Selasa, 19 Maret 2013

Catatan Kecil Tentang si Anak :')

Halooo....
Malam ini mood saya buat nulis berasa sedang berada di puncak paling tinggi, dan akan segera diterbangkan oleh angin apabila tidak dituangkan di blog tercinta, hahaa.. lebay tapi begitulah adanya, bermula ketika malam ini hujan mengguyur Kaliurang yang membuatku terpaksa memakan popmie, yaa terpaksa, popmie disaat-saat seperti ini bagaikan makanan berharga dan makanan terenak yang bisa menolong perutku ketika sedang memberontak. Tapi yasudahlah, bersyukur, setidaknya malam ini aku masih bisa tidur dengan perut berisi, alhamdulillah :)

Oiiya... kuliah hari ini bener-bener berharga buatku, padahal hari ini matakuliah 5 sks, dan 1 praktikum, belum lagi kumpul kelompok buat revisi proposal PKM, yang membutuhkan waktu dari jam 7 pagi hingga 7 malam, hal yang biasa untuk mahasiswa, bagiku, jika orang yang ngakunya mahasiswa tapi banyak ngeluh tentang aktivitasnya, jiwa kemahasiswaannya perlu diragukan.

Apa yang membuat kuliah ini spesial dari kuliah-kuliah sebelumnya?
Hari ini ketika memasuki kelas untuk kuliah 'Mikrobiologi-Parasitologi' awalnya ada sedikit malas, mungkin syetan sedang berusaha mempengaruhiku dan mencoba untuk membelokkan niat awalku dari jalan lurus menuntut ilmu ikhlas karena Allah SWT, maklum, dalam bayangan dengan bobot 3 sks, matakuliah itu akan menjemukan, tapi tidak dalam kenyataannya.
Duduk manis di barisan ketiga cukup bisa melihat dosen di depan, dosen berbadan mungil, dan imut itu sangat semangat membuka perkuliahan, tapi semangat yang beliau kobarkan bukan semangat yang berapi-api seperti para pahlawan perjuangan dalam menghadapi musuh di hadapannya dengan suara yang lantang memberikan orasi, semangat itu berbeda, suaranya yang lembut itulah yang menggugahkan semangatku yang sempat 'hampir' luntur.

Hal pertama yang dilakukan dalam membuka perkuliahan adalah memberikan suntikan semangat pada mahasiswa, khususnya aku, untuk memperbaiki akhlak, dan memperkuat aqidah. Itu yang membuatku tidak menyesal masuk UII saat ini, disini bukan hanya saja mengasah kecerdasan intelektual, namun kecerdasan emosional dan spiritual juga tidak dilupakan, itu yang ditanamkan para dosen UII pada hati kami para mahasiswanya, tidak berasa 1,5 jam dosen imut itu bercerita, cerita yang sangat menginspirasi dan membuatku berkaca tentang ibadah dan kelakuanku yang kurang pantas selama ini.

Cerita yang mengesankan adalah :

"Alkisah, hidup sebuah keluarga, suami istri dengan seorang anak yang sangat berbahagia, anaknya masih duduk di sekolah Taman Kanak-kanak, dan ayah ibunya bekerja disebuah perusahaan yang sama, karir orangtua sang anak lambat laun makin memuncak, sehingga suatu saat bos dari perusahaan tersebut mengutus keduanya untuk dinas ke luar kota selama 2 minggu, galau lah kedua orang tua dari sang anak tersebut, galau karena harus memilih untuk meninggalkan anak semata wayangnya untuk menunaikan amanah yang diberikan bos kepada mereka. Sebelum pulang ke rumah, karena dedikasi keduanya kepada perusahaan, si bos memberikan sebuah mobil edisi terbaru berwarna putih untuk digunakan oleh mereka sebagai mestinya. Sesampainya di rumah anak semata wayangnya itu menyambut kedatangan orang tuanya dengan hati suka cita apalagi ayahnya membawa mobil baru. Ketika turun dari mobil sang ibu mencium anaknya penuh kasih dan menyampaikan pada sang anak untuk berpamitan karena ada tugas dinas, untungnya sang anak mengizinkan dan masih tetap gembira karena terbayang di fikirannya setelah ayah ibunya pulang, ia akan dibawa jalan-jalan oleh orangtuanya. saking bahagianya sang anak bernyanyi-nyanyi sambil memukul-mukul suatu barang dengan batang ranting yang ia ambil di taman, ketika itu orangtuanya masuk ke dalam rumah untuk packing, si anak masih bernyanyi, dan sekarang yang dijadiin drum oleh si anak adalah mobil baru ayahnya, sehingga mobil itu pun tergores-gores, tapi si anak tidak menyadarinya. Ketika ayahnya keluar, bukan main kaget dan marahnya si ayah melihat mobilnya telah cacat oleh si anak, dan dengan emosi yang tinggi, si ayah memukul si anak dengan ranting yang ada di tangan si anak dengan keras, "Ade nakal, ade nakal, ade nakal..." kata si ayah, sang anak masuk ke dalam rumah sambil menangis dan menutup luka akibat pukulan sang ayah. Karena ayah dan ibunya sedang buru-buru untuk pergi, si ibu menyuruh pembantu rumahnya untuk mengecek si anak.


Beberapa hari si anak gak mau keluar kamar, sampai si anak demam, pembantu rumah yang merawat anak tersebut hanya memberi obat biasa, namun si anak bukannya sembuh tapi demamnya semakin tinggi, kondisi seperti itu membuat si bibi panik dan menelpon ibu si anak, dengan izin dari si ibu, si anak di bawa ke rumah sakit. Ketika beberapa hari kemudian kedua orang tua itu baru pulang dan segera ke rumah sakit untuk menemui dokter, dan dokter pun berkata bahwa demam yang diderita si anak akibat infeksi yang sampai tulang dari luka di tangannya, sehingga tangan anak itu harus diamputasi karena jika tidak akan menjalar ke organ tubuh lain, berita tersebut sontak membuat si ayah terpukul. Tersadar bahwa luka itu adalah karena pukulan beberapa hari lalu. Ketika selesai operasi, dan si anak telah siuman, si ayah masuk menemui si anak, si anak langsung berkata "Ayah... maafin ade, ade janji gak akan nakal lagi, gak akan rusakin mobil ayah lagi, tapi ade mohon, kembalikan tangan ade...."


Mendengar cerita tersebut, bulu romaku langsung merinding, hanya karena kemarahan sesaat, menimbulkan perasaan sesak, dan penyesalan luar biasa mendalam. Itulah yang disampaikan dosenku, hikmah yang bisa diambil adalah jangan sampai amarah menguasai diri, karena akibat marah itu fatal. Subhanallah.... Astagfirullah.... :")


Jumat, 08 Maret 2013

Liburan Berakhir.... :)

Sekilas liat kalender, dan ternyata ini adalah malam terakhirku di rumah, rumah yang banyak kenangan, meskipun sebuah rumah yang sederhana, jauh dari kesan mewah, namun sungguh ini rumah sangat nyaman, sebuah rumah yang telah membesarkanku, mengajarkanku, dan melindungiku dari kejamnya dunia, *halah.. tapi memang itulah kenyataannya, rumah ini terlalu bersejarah dalam hidupku, dan berat hati rasanya untuk meninggalkan rumah yang seolah berkata dalam melepas kepergianku, "pergilah... kejar impianmu, dan kembalilah saat impianmu telah berubah menjadi kenyataan..." kata-kata itu seolah berulang kali diucapkan, menggema di seluruh sudut, dan langsung terdengar hingga relung hati terdalam.. 

Di liburan kali ini banyak sekali pelajaran, kenangan, yang bisa aku tambahkan lagi pada urutan sejarah pengalaman hidupku, dimulai dari menginjakkan kaki di kota Bercahaya, merasakan hembusan angin dari pantai Teluk Penyuk dan melihat dari beberapa meter saja pulau Nusakambangan, merasakan wisata kuliner 'seafood' yang luar biasa mampu menggoyangkan lidah, indahh... :")

Selanjutnya, menjelajahi kota Kembang, menyusuri setiap sudutnya di bawah temaramnya cahaya rembulan, menikmati semilir angin, mensyukuri bahwa kakikakiku masih dapat menginjakkan kaki di kota ini, kota yang selalu aku rindukan setiap saatnya~~

Dan dalam 2 hari terakhir adalah menjelajahi kota Patriot dan kota Hujan, dua kota yang hanya aku singgahi dalam waktu singkat tetapi telah mengajariku untuk kenal berbagai watak manusia, dan semakin menambah wawasanku tentang Keindahan Kuasa Illahi, terimakasih Rabbi.....

Besok kakiku harus meninggalkan kotakota itu, kakiku harus melangkah ke Kota Pelajar, Kota dimana awal mimpiku akan terwujud disana, sedih memang, tapi... inilah kenyataan yang harus aku tempuh, sendiri, berjuang sendiri lagi, memperjuangkan semuanya sendiri, hanya Allah yang menyertai, Aku + Allah buatku lebih dari cukup.. :") 
Pertanyaan yang selalu terngiang-ngiang di otakku adalah, "menginjakkan kaki ke kota-kota tersebut sendirian? cewe? dan berani?" hanya senyum getir yang mampu menjawabnya, tak ada sepatah kata pun yang dapat diucapkan, selain mengucap doa dalam hati "Rabbi... suatu saat izinkan suamiku (kelak) yang menemaniku.." haha.. tapi nikmati aja dululah kesendirian ini, kebebasan ini, nanti jika sudah tiba saatnya takan ada lagi kesendirian :)))

Terakhir yang pasti selalu aku rindukan adalah kampungku, Majalaya..... 
Daerah yang berada di Kabupaten Bandung itu adalah dimana rumahku berdiri, meskipun orang-orang selalu melihatnya dengan sebelah mata, sering dilanda banjir, kuda berada dimana-mana, tapi itulah daerah dimana aku dibesarkan, kadang jika aku ditanya rumahnya dimana, dan menjawab Majalaya, mereka selalu bilang, Majalaya itu disebelah mananya Bandung? dekat gak sama Ciwalk? miris memang.... tapi yaa begitulah adanya, gak bisa menyalahkan mereka atas kurang terkenalnya Majalaya, tapi jangan salah Majalaya memiliki sejarah sebagai pusat industri textil yang terkenal dalam skala Nasional, bahkan Internasional, makanya Ayahku dulu merantau kesini, hingga ayahku berhasil menyekolahkan ke-6 anaknya yaa bermulai darisini, Kampungku, Majalayaaaa... :") Eh, selain itu juga Majalaya dapat julukan sebagai Kota Dollar, kenapa? yaa karena perputaran uangnya yang sangat tinggi, kemajuan dan ketenaran Majalaya sebagai kota kecil sebagai penghasil industri tekstil. kerenn kan sebenarnya? yaa bagaimana pun aku selalu mencintai kampungku... 
dan ini adalah beberapa foto dari Kampung Majalaya ku...... :')




Indahkan? dilihat dari sisi lain Majalaya itu memang indah :') dan buat 1 semester kedepan aku bakalan ninggalinnya, Majalaya.... I'll see u in the next semester :***

Senin, 04 Maret 2013

Semua Indah Pada Waktunya, I believe it !

Hallo dunia....
Entah rasanya ada yang kurang kalau aku belum berbagi, minimal tulisan ini bisa mengobati hatiku yang gundah, bukan buat menarik simpati atau empati dari pembaca, sungguh, ini hanya luapan hatiku semata.. 

Sekarang tanggal 4 Maret looooh... ya so? kalo tanggal 4 Maret emang kenapa? 
Mungkin perasaan aku berlebihan, tapi rasanya nyesek aja kalo aku hanya 5 hari lagi liburan, tanggal 9 nanti aku mesti kembali ke aktivitasku sebagai mahasiswa farmasi di Jogja, aku harus berkutat kembali dengan laporan, yang di semester ini ada 4 praktikum, bayangin.... 4 praktikum cobaaa....... dan itu pake laporan semua, subhanallah kan, sedemikian Allah menguji hambaNya untuk menjadikan aku sebagai orang yang kuat.. 
Tapi, disana lah, di Jogja, aku menggantungkan asa ku yang setinggi langit, menaruhkan kepercayaan mama papa kepadaku, kalo aku bermalas-malas ria, dan dengan gampang mengumpat, berapa harga yang mesti harus aku bayar? bukan soal materi, bukan.... tapi ini berbicara tentang kepercayaan. Bukankan kepercayaan itu hanya berlaku untuk sekali? sekali terkhianati maka hancurlah segalanya, apalagi bukan hanya kepercayaan mama, papa, atau orang2 di sekelilingku yang segitu besar berharap padaku, tapi ini mengenai kepercayaan Rakyat. 
Rakyat? rasanya kok berat sekali menyebut nama rakyat, bagaimana tidak, untuk berkuliah di UII sampe menamatkan sekolah Strata 1, itu gratis kan? siapa yang menggratiskan? siapa yang mengucurkan dana? siapa?? Ya, itu uang rakyat, betapa berdosanya jika aku mengkhianati kepercayaan rakyat yang secara tidak langsung diamanahkan kepada ku, dan dengan karena menuruti nafsu untuk berliburan terus, sehingga menjadikan malas, dan tidak bersemangat buat kuliah, bukankah itu salahsatu perilakuku menusuk rakyat dari belakang? ahh.... ngeri rasanya mengumpamakannya seperti itu, tapi memang begitulah kenyataannya, itulah yang aku lakukan jika aku terus2an seperti ini.
Rasanya sekarang, disini, di dalam hati, ada 2 sifat yang saling berdebat, sehingga rasanya hati ini bergemuruh, hendak pilih sisi yang mana, sungguh, di dalam hati manusia ada sisi baik, dan sisi buruk, tergantung kita memilih yang mana. dan saat ini, aku memutuskan untuk memilih sisi baik, memikirkan kembali apa yang harus aku perbaiki. Semoga Rabb selalu menuntunku aamiin :")

Dan, bukankah liburan ini sudah lebih dari cukup? 
Bukankah hal yang mau aku lakukan disini, sudah terlaksana? 
iyaa, dan mari sekarang kita bercerita tentang liburan kemarin bersama Dea, Dedi, Witri..

Berawal dari rasa kangen yang membuncah kepada mereka sahabatku, maka kita memutuskan untuk 'hang-out' bareng.. dari mulai nungguin dedi yang pulang kuliah lamaaaa bgt, hujan2an, dan akhirnya sampe di rumah Dea di daerah Cikutra, Bandung. karena hujan, kita beres2 dulu sebelum berangkat ke tujuan, dan tau gak? sungguh, aku baru pertama kali liat Dea, Witri dandannya laamaaa bgt, haha... mereka tuh cewe banget, dan karena penasaran, aku minta witri untuk memoleskan 'eye liner dan maskara' nya di mataku, ini pertama kalinya aku memoles mataku, dan rasanya mata susah banget untuk digerakan, haha cewe apaan aku, untuk dandan pun aku gak bisa. payah memang -,- tapi setelah diliat-liat ternyata cantik juga, hhaha kelak aku bakal makenya di hadapan suamiku (nanti) :D

Tujuan kita ada 2, yang pertama adalah tempat makannnn (pastinya) karena perut sudah tidak bisa diajak untuk kompromi, dan yang kedua adalah Ciwalk Mall untuk berkaraoke riang.. sungguh, ini pertama kalinya aku main malam, tanpa rasa waswas, karena mama telah mengijinkan :D

Saat tiba di tempat pertama, tempat yang kita tuju adalah RAMENNN... dan tau gak? itu tempat penuhhhh banget, sampe pengunjung yang datang, ngantri di luar, dan dipanggil masuk, berdasarkan absen, keren bgt kan? haha dan setelah menunggu sekian lama, akhirnya kami dipanggil, yeeyy akhirnya makan juga, itadakimasu :D 
Selesai makan jam 9, langsung otw Ciwalk, sungguh, Bandung Indahhhh di malam hari, tentu dengan udaranya yang sangat aku rindukan kalo lagi di Jogja :")

Karokean.. gila2an.. dan selesai jam 12 malem, saat itu aku baru liat ciwalk sesepi itu, semenyeramkan itu, dan aku pake jilbab pula, apa kata orang aku baru pulang jam segitu? haha abaikan, yang penting aku bahagia bersama mereka..... ~~ 


Sungguh, mereka adalah salahsatu sahabat terbaik yang Allah berikan, dan aku bakalan selalu ingat, ketika Dedi bilang saat kita lagi kumpul kemaren di jam 2 pagi, "kelak jika kita masing-masing sudah berkeluarga, tetap seperti ini yaa.. tetap bersama, dan tetap kompak.." darisana aku merasakan kalau aku punya sahabat yang care , Makasih Rabbi... :")

Dan setelah ini, setelah menulis ini, aku merasakan semangat itu telah kembali, hatiku perlahan sudah mulai berdamai dengan diriku, tidak lagi memberontak, yaa aku harus semangat.... Buat menjadi seseorang yang unggul, mesti selalu ada yang dikorbankan, apapun, tapi selalu ingat dan selalu percaya Allah akan membalasnya dengan Keindahan, Indah itu akan datang pada waktunya, I believe it :))))