Senin, 07 Agustus 2017

CERITA PERJALANAN #1 GUNUNG FUJI

*maaf baru sempat share, sepulang dari Negeri Sakura langsung ditodong dengan kegiatan laboratorium yang mashaAllah. Semoga tulisannya bermanfaat :)*

***

Mendaki gunung lewati lembah
Sungai mengalir indah ke Samudera
Bersama teman bertualang
(ost. Ninja Hatori)


☺☺☺☺☺☺☺

***

Mudah bagi Allah untuk mengabulkan segala sesuatu yang bersifat keduniaan. jangankan dunia, Langit dan Bumi beserta isinya pun akan Allah kasih secara sukarela untuk hambaNya yang selalu berharap dan yakin pada semua janji-janjiNya. dan untuk ini, entah doaku yang mana lagi yang dengan cepatnya Ia meng-acc doaku, flashback 5 tahun silam, saat itu sahabat terbaikku Farahdina Chairani, membuka youtube dan memperlihatkan video motivasi dari Mas Danang Alumni IPB yang berhasil mencapai puncak gunung Fuji. Maklum saat itu aku memang lagi krisis semangat, kalo udah ada yang baca tulisanku sebelumnya yang menceritakan perjalanan hijrahku ke Jogja, menanggalkan mimpiku sementara untuk sekolah di ITB dan meninggalkan rumah, rasanya sudah tau banget bagaimana rasanya aku ada dititik paling rendah dalam hidupku yang justru darisitulah titik balik kehidupanku. Ketika diputar video tersebut, saat itu aku cuma mengamati, tergugah dengan videonya, dalam hati lirih berucap "keren... aku juga someday bisa kesana" . Apa lirihan itu yang Allah dengar dan masuk ke daftar kejutan yang akan Allah hadiahkan untukku? jika memang iya. Betapa Maha Cintanya Ia pada pendosa seperti aku ini :")

***

Senin, 19 Juni 2017

HALAL:HARAM (?)

Bersyukurlah bagi orang-orang yang tidak terlalu risau dengan keputusan BPOM per 15 Juni 2017 yang menyatakan bahwa beberapa produk mie asal Korea di tarik karena tidak memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh BPOM, karena memang tidak pernah merasakan apa itu Samyang atau sejenisnya hehehe ☺

***

Indonesia kini dihadapkan dengan berbagai macam tantangan, termasuk masalah halal-haram nya suatu produk. Hamdallah Indonesia saat ini masih termasuk negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam, kata Biro Statistik 2017 sih jumlah penduduk berdasarkan agama menyebutkan bahwa presentase pemeluk agama Islam di Indonesia mencapai 89%. Angka yang cukup fantastis. Oleh karena itu, sebagai seorang muslim banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam mengkonsumsi suatu produk, salahsatunya adalah status halal-haram dari produk yang digunakan. Bukan hanya dari aspek makanan saja, tapi minuman, kosmetik, bahkan sekarang yang perlu diperhatikan dan menjadi PR adalah membuat obat-obatan yang beredar pun dapat dipastikan juga status kehalalannya, meskipun untuk obat-obatan ini masih pro-kontra untuk melabelinya dengan label halal-haram, karena sejauh ini selama obat memenuhi tiga aspek yaitu safety, efficacy dan potency maka obat itu masih layak digunakan, didukung dengan adanya hadist yang membolehkan sekalipun itu mengandung unsur zat haram, karena obat adalah suatu hal yang sifatnya urgent , tapi mau sampai kapan? ☺ bagiku berbekal hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud “Sesungguhnya Allah Swt menurunkan penyakit dan obat, dan menjadikan setiap penyakit ada obatnya. Hendaklah kalian berobat, dan janganlah kalian berobat dengan sesuatu yang haram" dari hadist tersebut harusnya menjadi motivasi bagi farmasis muslim untuk mengusahakan hal ini. (ini PR buat diriku sendiri sebagai seorang farmasis)

***

Selasa, 16 Mei 2017

Ayo Kembali ke Jajanan yang Sejatinya Memang "KHAS" :)

Menjamurnya oleh-oleh kekinian yang lagi marak digalakkan oleh para artis Indonesia semakin hari semakin tercium aroma wanginya. Betapa tidak, ini adalah salah satu ajang pertemuan antara idola dengan pengagumnya, yang tadinya artis-artis tersebut hanya bisa dipandangi pesona dan kharismanya via layar kaca di rumah atau dengan membayar sejumlah uang yang cukup "lumayan" untuk membeli tiket konsernya, kini bertemu dengan mereka tak sesulit biasanya, hanya dengan modal tidak kurang dari 100k sudah bisa bertemu dengan artis yang diidolakan, dapat cake pula, dan bonusnya lagi, dapat gelar "KEKINIAN", hal itu terbukti dengan mengularnya antrian untuk hanya sekedar mendapatkan sekotak "cake", gak cuma pas grand opening, tapi hingga tulisan ini ditulis, antrian itu masih mengular. Aku jadi penasaran, sebenarnya apa yang mereka cari? aku memang belum sempat mewawancarai secara langsung kepada setiap konsumen yang datang, tapi aku termasuk orang yang sering mengamati. 


ONCOM
(Pict: diambil dari google)

Sabtu, 22 April 2017

Petualangan Ukhuwah KAMIL Pascasarjana ITB 2016-2017 :)

Jika hati sudah menuntun untuk melangkah, maka orang-orang pada tujuan yang sama akan dipertemukan dalam perjalanan.

Aku selalu dibuat takjub dengan apa-apa yang diberikan Yang Maha Cinta kepadaku, salahsatunya adalah ini. Entah jalur takdir mana lagi yang membawaku hadir ditengah mereka, mungkin ini adalah wujud dari doa yang pernah terucap beberapa tahun silam, jika aku menginginkan untuk menjadi bagian dari masjid berkubah terbalik ini, di masjidnya para pejuang, masjid para kiayi-kiayi besar berproses, masjid ketika Gus Mus merasa gusar dengan perjalanannya hingga tercipta puisi yang fenomenal "kucari sebuah mesjid" , masjid para mahasiswa-mahasiswi berdiskusi dan belajar dalam halaqah-halaqah kecil. masjid yang menjalankan sebenar-benarnya fungsi sebagai masjid. Doa yang begitu sederhana yang dilantunkan oleh zia dulu. Namun, namanya doa selalu dikabulkan diwaktu yang tepat, bukan saat itu, tapi saat ini, saat dimana aku memang dirasa pantas menjadi salahsatu orang yang berproses disini. Ia selalu romantis, memberikan sesuatu di waktu yang tepat dan dengan cara yang terindah 

dan menjadi bagian dari KAMIL Pascasarjana ITB periode 2016-2017 adalah episode tersendiri dalam hidupku yang kelak akan ku ceritakan pada anak-anakku nanti, sebagai dongeng penghantar tidur mereka, bahwa dipertemukan dengan orang-orang yang selalu mengajak kebaikan adalah salah satu rezeki dari Yang Maha Cinta yang tak ternilai harganya. 

Pustaka Kamil memang sudah berlalu, tapi izinkan aku untuk menuangkan secercah cahaya yang menelusup pada potongan kisah hidupku, bergradasi, membuat perpaduan warna yang sempurna, sesempurna lengkungan pelangi, Indah ☺

(Curug Tilu Leuwi Opat)
Photo by: Kak Bima

***

Jumat, 14 April 2017

Teruntuk Kalian Para Kaum Adam



Perkara menunggu? Kaum Hawa lah ahlinya.
Perkara mencintai diam-diam? Kaum hawa juga masternya.
Perkara menata hati yang telah retak? Jangan ragukan lagi, kaum hawa sudah dipastikan mampu menyandang gelar professor untuk itu 😀

Karena Kaum Hawa itu kuat :)

***

Senin, 10 April 2017

Terimakasih Telah Datang, Dr. Zakir Naik :)

Jika Kristen berarti mengikuti ajaran Yesus Kristus atau Nabi Isa 'Alayhi Salam, maka umat muslim lebih kristen daripada umat Kristen. Karena Yesus menyuruh untuk mentauhidkan Allah (hanya menyembah Allah) sesuai pada Alkitab Markus:12:29 "Hukum yg terutama adalah Dengarlah hai orang Israil, Tuhan Allah kita, TUHAN ITU ESA"

***
Dr. Zakir Naik
***

Adalah Dr. Zakir Naik yang mampu membuat seluruh pasang mata tertuju padanya, ulama kelas Internasional yang sudah tidak diragukan lagi perannya dalam membumikan agama Allah, jangankan bumi, langit dan seluruh isinya pun tersenyum dan ikut bergetar ketika Ia dengan lantangnya menuntun manusia mengucapkan kalimat Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah  (Saya bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah (rasul) utusan Allah).

Sabtu, 25 Maret 2017

Beautyzia And The Beast :)

Mari sejenak bernostalgia dengan kenangan
Sekali-kali menengok ke masalalu bukan berarti ingin kembali kok :)


Yeayy... finally nonton film Beauty and The Beast
***

Sejujurnya aku bukan orang yang fanatik terhadap film-film disney, hanya tahu dan sekedar nonton sekilas aja itupun nonton di televisi, tapi karena aku suka dengan hal-hal yang cantik, dan merasa diri menjadi seorang princess rasanya sayang aja kalo film ini dilewatkan, hahaha (abaikan kalimat terakhir).

Dan awalnya pun gak berniat untuk nonton, aku fikir yaa kurang lebih akan sama dengan versi animasinya, dan ternyata ceritanya memang sama (haha yaiyalah), cuma karena sudah terlanjur dekat dengan bioskop dan lagi males untuk berdiam diri di kost terus, yaa apasalahnya kan yaa menyempatkan untuk nonton, mumpung weekend dan mumpung ada temennya, kali ini alhamdulillah gak nonton sendirian kaya biasanya, jadi ketika mengekspresikan suatu hal dari apa yang ditonton ga aneh lagi, biasanya nangis sendirian, baper sendirian, hahaha ternyata nonton barengan itu terkadang lebih mengasyikan ketimbang nonton sendirian :) 

Film ini jelas sama dengan film animasinya hanya yang membedakan disini adalah pemeran Belle nya diperankan oleh manusia dan dia adalah Emma Watson, secara dia adalah wanita cantik yang aku suka sejak memerankan karakter Hermione di Film Harry Potter, tak ayal ketika nonton aku membayangkan jadi dia hahaha, wanita cantik, pemberani dan yang paling aku suka adalah dia teramat sayang kepada ayahnya :) Plotnya pun masih sama. Belle (Emma Watson) adalah gadis cantik kembang desa yang tak begitu disukai warga karena ia seorang kutu buku, kasian dia menjadi aneh dengan ketidakbiasaan yang sering dia lakukan. Tapi eitsss jangan salah, gak semua orang membencinya. Adalah Gaston (Luke Evans), seorang pria idaman wanita yang tak hanya suka tapi  juga terobsesi untuk menjadikan Belle sebagai istrinya. Rahang tangguh dan hidung mancung Gaston tak membuat Belle terpedaya. Untuk hal ini aku mengambil pelajaran bahwa untuk memenangkan hati seorang perempuan itu gak cukup modal tampang doang, emangnya dengan modal famous, keren, kaya bisa dengan gampang ngerebut hati perempuan? hati manusia gaada yang tahu, mungkin disini Gaston gak mendekatkan diri pada Yang Sebenar-benar memiliki hati manusia jadi jangan sesalkan kalau Belle gamau. Saranku pada Gaston dekati dulu Pemilik Hatinya baru nanti akan dikasih hati siapa yang di ridhoi olehNya, mudah bagiNya memberikan hati hambaNya pada ia yang sungguh-sungguh mendekat padaNya.  hahhaha (Gaston memang perlu belajar banyak) 

Dan yang aku paling suka adalah alur cerita ketika ayah Belle, Maurice (Kevin Kline) hilang di hutan, Belle menemukan bahwa sang ayah ternyata telah menjadi tawanan dari Beast dan dikurung di kastil di tengah hutan. Padahal ayah Belle dikurung gegara memetik mawar yang dipesan oleh Belle ketika ayahnya pulang dari bekerja. (lagi) disini aku belajar bahwa yang namanya ayah tidak akan pernah mengecewakan anaknya, selama dia masih bisa mengusahakan keinginan anaknya maka akan ia usahakan, apapun resiko yang akan dihadapi. Ah film cantik ini sempat bikin aku baper karena tiba-tiba kangen sama ayah :') 

Karena Belle tahu kondisi si ayah yang di kurung di kastil, maka Belle bersikeras menggantikan posisi sang ayah. Bukan rahasia lagi kalau Beast ternyata adalah seorang pangeran tampan (dalam wujud Dan Stevens) yang berubah menjadi makhluk buruk rupa gara-gara kutukan penyihir. Yeah, it's a classic Disney's plot device.

Satu-satunya yang bisa melenyapkan kutukan tersebut adalah cinta sejati, pastinya. Namun tak ada yang boleh memberitahu Belle bahwa kutukan akan menjadi permanen saat kelopak mawar terakhir yang disimpan di bagian barat istana gugur. Jadi para perabot yang terdiri dari lampu lilin Lumiere (Ewan McGregor), jam meja Cogsworth (Ian McKellen), teko Mrs Potts (Emma Thompson), lemari baju (Audra McDonald), piano (Stanley Tucci), dkk berusaha mencomblangi keduanya agar sang pangeran dan mereka bisa kembali menjadi manusia sebelum terlambat. 

Setelah googling, film ini ternyata di sutradarai oleh Bill Condon yang mana dia adalah bukan orang baru dalam hal film musikal. Ia juga tahu bagaimana cara untuk membuat penonton kagum dengan keindahan visual. Saat Belle menuruni tangga dengan gaun kuningnya yang menyilaukan untuk bersiap berdansa dengan Beast, mustahil mata kita tak berbinar-binar. Kamera dengan mulus mengikuti gerakan dansa Belle dan Beast yang luwes. Sejak adegan pembukanya yang menampilkan sekuens musikal yang masif, film ini memang sudah menunjukkan pesona visualnya. overall aku suka film ini.. berharap bisa menjadi Belle yang mencintai seseorang bukan karena fisik, tapi karena kebaikan hati orang tersebut, gak melihat dari rupa karena rupa bisa saja dipoles, gak melihat dari harta karena harta bisa dicari, ataupun gak melihat dari apa-apa yang ia miliki karena sesungguhnya apa yang dimiliki adalah hal yang fana. Belajar dari Belle, ridho orang tua untuk dipersatukan dengan orang yang dicinta adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi, barulah jika semua itu sudah dipenuhi, mari kita bangun istana kita bersama. #halah #ujungujungnyabaper hahaha abaikan.. --"

Yang jelas, jika yang belum nonton film ini, maka aku rekomendasikan untuk nonton, meskipun aku sendiri telat banget nontonnya haha.. Dari film ini banyak pelajaran yang bisa diambil :) dari skala 1-100 aku kasih nilai 87 untuk keseluruhan film ini :) Selamat menonton, selamat merasakan rasanya menjadi seorang princess :)))