Jumat, 17 November 2017

Tentang Menjadi Baik❤

Disela rintik hujan yang membasahi kota Bandung, diiringi gemuruh petir yang saling bersahutan, ada makna yang sedang ku coba selalu ku fahami dan kudalami definisinya, bahwa kata baik ternyata memiliki artian luas, memiliki makna tidak hanya sekedar yang tertulis didalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) , eh. di KBBI pun makna nya udah banyak sekali denk, hehe tetapi lebih dari itu ada makna yang selalu kuyakini dan mudah-mudahan akan selalu begitu, semoga Ia Yang Maha Cinta tetap menuntunku dan kita pada jalan untuk selalu membaikkan diri ☺



Menjadi baik bagiku adalah menjaga hubungan terbaik secara vertikal dan horizontal, secara hablumminallah dan hablumminannas. Titik.

Definisi singkat menurut versiku itu akan sangat panjang apabila dijabarkan, intinya begitu. wqwq (jika ingin menyampaikan intinya saja, maka tulisan ini berakhir di kalimat ini zii) haha. Tapi bukan itu poin yang ingin ku sampaikan, terlebih dengan menuliskan tentang ini, sejatinya aku sedang melenceng dari kebaikkan yang harus selalu tertanam dalam diri, sejatinya aku ingin mengajak diriku (lagi) kembali memperbaikki apa yang seharusnya diperbaiki, entah itu dari niat menjadi baik, kata kerja menjadi baik, dan kata sifat tentang baik. 

 ***

Rabu, 18 Oktober 2017

(My Angels) : Semakin Berjarak Semakin Menguatkan Rasa

Hari-hari saat aku bersamamu sahabat
telah lama waktu yang kita lewati bersama
Kusadari masa itu, masa-masa terindah 
Dalam sukaku dalam dukaku engkau selalu ada

Sahabatku tercinta, terimalah laguku
Hadirmu selalu memberi bahagia

Semoga abadi persahabatan kita

ingatkah saat ku terpuruk disini
kau lah yang selalu disisiku
terimakasih telah menjadi bagian yang berarti
tuk persahabatan kita

edcoustic - sahabat

***


Ziah - Dina - Isma
Maaf jika tulisan ini diawali dengan foto close-up kita dengan gambar resolusi rendah, belum mengenal apa itu lipstik dengan berbagai merk dan bermacam-macam warna, apalagi mengenal natasha dan berbagai perawatan lainnya. Dina pun belum berbehel kaya sekarang, tapi tetep matanya gak berubah selalu sipit.😀 Isma pun demikian, meskipun sekilas tampak sama, tapi percayalah dia jauh lebih menjadi wanita sekarang. wqwq banyak yang berubah dan selalu akan berubah seiring waktu yang berputar, berjalan maju tanpa hiraukan siapapun yang tidak siap dengan perubahan. Hidup itu dinamis, akan selalu bergerak, meskipun kamu terkadang terjebak dalam kenangan yang ada. Sama halnya dengan aku, kini, ketika menuliskan ini aku sedang terjebak dalam kenangan itu, sesaat rindu akan masa dimana kita membahas hal receh yang dengan itu kita bisa tertawa kencang, sekencang-kencangnya, seolah permasalahan kita hanya seputar tugas, pretest - inhal - praktikum - postest, dan laporan

***

Senin, 07 Agustus 2017

CERITA PERJALANAN #1 GUNUNG FUJI

*maaf baru sempat share, sepulang dari Negeri Sakura langsung ditodong dengan kegiatan laboratorium yang mashaAllah. Semoga tulisannya bermanfaat :)*

***

Mendaki gunung lewati lembah
Sungai mengalir indah ke Samudera
Bersama teman bertualang
(ost. Ninja Hatori)


☺☺☺☺☺☺☺

***

Mudah bagi Allah untuk mengabulkan segala sesuatu yang bersifat keduniaan. jangankan dunia, Langit dan Bumi beserta isinya pun akan Allah kasih secara sukarela untuk hambaNya yang selalu berharap dan yakin pada semua janji-janjiNya. dan untuk ini, entah doaku yang mana lagi yang dengan cepatnya Ia meng-acc doaku, flashback 5 tahun silam, saat itu sahabat terbaikku Farahdina Chairani, membuka youtube dan memperlihatkan video motivasi dari Mas Danang Alumni IPB yang berhasil mencapai puncak gunung Fuji. Maklum saat itu aku memang lagi krisis semangat, kalo udah ada yang baca tulisanku sebelumnya yang menceritakan perjalanan hijrahku ke Jogja, menanggalkan mimpiku sementara untuk sekolah di ITB dan meninggalkan rumah, rasanya sudah tau banget bagaimana rasanya aku ada dititik paling rendah dalam hidupku yang justru darisitulah titik balik kehidupanku. Ketika diputar video tersebut, saat itu aku cuma mengamati, tergugah dengan videonya, dalam hati lirih berucap "keren... aku juga someday bisa kesana" . Apa lirihan itu yang Allah dengar dan masuk ke daftar kejutan yang akan Allah hadiahkan untukku? jika memang iya. Betapa Maha Cintanya Ia pada pendosa seperti aku ini :")

***

Senin, 19 Juni 2017

HALAL:HARAM (?)

Bersyukurlah bagi orang-orang yang tidak terlalu risau dengan keputusan BPOM per 15 Juni 2017 yang menyatakan bahwa beberapa produk mie asal Korea di tarik karena tidak memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh BPOM, karena memang tidak pernah merasakan apa itu Samyang atau sejenisnya hehehe ☺

***

Indonesia kini dihadapkan dengan berbagai macam tantangan, termasuk masalah halal-haram nya suatu produk. Hamdallah Indonesia saat ini masih termasuk negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam, kata Biro Statistik 2017 sih jumlah penduduk berdasarkan agama menyebutkan bahwa presentase pemeluk agama Islam di Indonesia mencapai 89%. Angka yang cukup fantastis. Oleh karena itu, sebagai seorang muslim banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam mengkonsumsi suatu produk, salahsatunya adalah status halal-haram dari produk yang digunakan. Bukan hanya dari aspek makanan saja, tapi minuman, kosmetik, bahkan sekarang yang perlu diperhatikan dan menjadi PR adalah membuat obat-obatan yang beredar pun dapat dipastikan juga status kehalalannya, meskipun untuk obat-obatan ini masih pro-kontra untuk melabelinya dengan label halal-haram, karena sejauh ini selama obat memenuhi tiga aspek yaitu safety, efficacy dan potency maka obat itu masih layak digunakan, didukung dengan adanya hadist yang membolehkan sekalipun itu mengandung unsur zat haram, karena obat adalah suatu hal yang sifatnya urgent , tapi mau sampai kapan? ☺ bagiku berbekal hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud “Sesungguhnya Allah Swt menurunkan penyakit dan obat, dan menjadikan setiap penyakit ada obatnya. Hendaklah kalian berobat, dan janganlah kalian berobat dengan sesuatu yang haram" dari hadist tersebut harusnya menjadi motivasi bagi farmasis muslim untuk mengusahakan hal ini. (ini PR buat diriku sendiri sebagai seorang farmasis)

***

Selasa, 16 Mei 2017

Ayo Kembali ke Jajanan yang Sejatinya Memang "KHAS" :)

Menjamurnya oleh-oleh kekinian yang lagi marak digalakkan oleh para artis Indonesia semakin hari semakin tercium aroma wanginya. Betapa tidak, ini adalah salah satu ajang pertemuan antara idola dengan pengagumnya, yang tadinya artis-artis tersebut hanya bisa dipandangi pesona dan kharismanya via layar kaca di rumah atau dengan membayar sejumlah uang yang cukup "lumayan" untuk membeli tiket konsernya, kini bertemu dengan mereka tak sesulit biasanya, hanya dengan modal tidak kurang dari 100k sudah bisa bertemu dengan artis yang diidolakan, dapat cake pula, dan bonusnya lagi, dapat gelar "KEKINIAN", hal itu terbukti dengan mengularnya antrian untuk hanya sekedar mendapatkan sekotak "cake", gak cuma pas grand opening, tapi hingga tulisan ini ditulis, antrian itu masih mengular. Aku jadi penasaran, sebenarnya apa yang mereka cari? aku memang belum sempat mewawancarai secara langsung kepada setiap konsumen yang datang, tapi aku termasuk orang yang sering mengamati. 


ONCOM
(Pict: diambil dari google)

Sabtu, 22 April 2017

Petualangan Ukhuwah KAMIL Pascasarjana ITB 2016-2017 :)

Jika hati sudah menuntun untuk melangkah, maka orang-orang pada tujuan yang sama akan dipertemukan dalam perjalanan.

Aku selalu dibuat takjub dengan apa-apa yang diberikan Yang Maha Cinta kepadaku, salahsatunya adalah ini. Entah jalur takdir mana lagi yang membawaku hadir ditengah mereka, mungkin ini adalah wujud dari doa yang pernah terucap beberapa tahun silam, jika aku menginginkan untuk menjadi bagian dari masjid berkubah terbalik ini, di masjidnya para pejuang, masjid para kiayi-kiayi besar berproses, masjid ketika Gus Mus merasa gusar dengan perjalanannya hingga tercipta puisi yang fenomenal "kucari sebuah mesjid" , masjid para mahasiswa-mahasiswi berdiskusi dan belajar dalam halaqah-halaqah kecil. masjid yang menjalankan sebenar-benarnya fungsi sebagai masjid. Doa yang begitu sederhana yang dilantunkan oleh zia dulu. Namun, namanya doa selalu dikabulkan diwaktu yang tepat, bukan saat itu, tapi saat ini, saat dimana aku memang dirasa pantas menjadi salahsatu orang yang berproses disini. Ia selalu romantis, memberikan sesuatu di waktu yang tepat dan dengan cara yang terindah 

dan menjadi bagian dari KAMIL Pascasarjana ITB periode 2016-2017 adalah episode tersendiri dalam hidupku yang kelak akan ku ceritakan pada anak-anakku nanti, sebagai dongeng penghantar tidur mereka, bahwa dipertemukan dengan orang-orang yang selalu mengajak kebaikan adalah salah satu rezeki dari Yang Maha Cinta yang tak ternilai harganya. 

Pustaka Kamil memang sudah berlalu, tapi izinkan aku untuk menuangkan secercah cahaya yang menelusup pada potongan kisah hidupku, bergradasi, membuat perpaduan warna yang sempurna, sesempurna lengkungan pelangi, Indah ☺

(Curug Tilu Leuwi Opat)
Photo by: Kak Bima

***

Jumat, 14 April 2017

Teruntuk Kalian Para Kaum Adam



Perkara menunggu? Kaum Hawa lah ahlinya.
Perkara mencintai diam-diam? Kaum hawa juga masternya.
Perkara menata hati yang telah retak? Jangan ragukan lagi, kaum hawa sudah dipastikan mampu menyandang gelar professor untuk itu 😀

Karena Kaum Hawa itu kuat :)

***