Rabu, 17 Juni 2015

KAMU (3)

Hai kamu yang belum terdefinisi..
Malam ini tepat dimana malam sudah menginjak pada bulan Ramadhan, dan aku tau kamu sedang sangat antusias dengan bulan ini. Aku pun demikian. Tapi entah kenapa, malam saat aku menuliskan tentang ini, mataku tak hentinya berurai air mata. Bukan karena aku menanyakan tentang kamu yang tak kunjung terdefinisi. Bukan karena kegalauan yang sering menghinggapi anak rantau yang sedang rindu akan suasana rumah disaat kerinduan akan bunda dan ayah dirumah semakin memuncak. Lebih dari itu. Air mata ini terus berurai ketika mengingat bahwa ini adalah Ramadhan terakhirku di Jogja. Kota yang mengajarkanku banyak pengalaman, kota yang selalu punya cerita, kota yang memberi arti padaku bahwa hidup itu bukan cuma tentang mencari definisi tentang kamu.

Rabu, 03 Juni 2015

KAMU (2)

Hai kamu... lagi apa? masihkah kamu sibuk dengan rutinitas untuk mengindahkan harimu? masihkah kamu berkutat dengan segudang asa dalam meraih mimpimu? Kok kamu sebegitu semangatnya sih menjalani harimu? Apa yang membuatmu tetap tersenyum dalam kesedihanmu? apa yang membuat mentari pada wajahmu tak pernah terbenam? apa yang membuat lengkung sempurna pada bibirmu tak kunjung membentuk sudut? Bolehkah aku meminjam semangat itu? bolehkan aku meminjam senyum itu? Sebentar saja..

Sabtu, 23 Mei 2015

KAMU (1)

Assalamualaikum kekasih hati
Assalamualaikum pendamping diri
Tak pernah kubayangkan, kau tawarkan genggaman
mengobati luka di jiwa..

Assalamualaikum cinta sejati
Assalamualaikum penghias mimpi
dari negeri yang jauh menelusuri waktu
kau datang penuhi takdirku

Kasih.. tak pernah menyerah
walau ujian datang menyapa
cinta yang dulu timbulkan luka
kini pernah berganti cahaya
_Ost Film Assalamualaikum Beijing


Sabtu, 02 Mei 2015

Memahami Definisi Ulang Tentang Kamu

Hai.. rasanya sudah lama tidak menulis disini. bukan tidak ingin, tapi banyak hal yang membuatku mengurungkan niat untuk cerita disini, entah itu karena kesibukanku di akhir studi S1 ini, ataupun karena aku malu untuk bercerita. Banyak hal yang berubah dari diriku.. entah itu sikapku, keputusan yang aku ambil, semangatku, bahkan tentang definisi tentang kamu..

Bahwa mewujudkanmu.......
Ternyata mewujudkanmu tidak semudah apa yang aku sangka selama ini, tidak semudah apa yang aku fikirkan, bahkan dengan usahaku yang demikian, sampai saat ini kamu belum bisa aku wujudkan. Harus jatuh berdebam, harus tertolak, harus kembali menata hati yang berantakan.

Sabtu, 26 April 2014

RencanaMu (sekali lagi) Sungguh Maha Indah :')

Hai... 
Saat ini keinginan untuk berbagi sedang memuncak, iya. Berbagi cerita. Siapa tau, ketika ada yang membacanya , ada yang dapat mengambil pelajaran~ namun sebenarnya aku menulis di blog ini tujuannya cuma satu. Untuk pembelajaran bagi diri, dan lebih tepatnya luapan perasaan ketika suatu saat hari nanti aku merasa "down" karena suatu hal, aku dapat membaca kembali apa yang telah aku tulis, menyadari (lagi) bahwa aku pernah sebegitu semangatnya menjalani kehidupan yang di berikan oleh Yang Maha Kasih. Seperti saat ini, ketika krisis semangat dan tidak ada yang menyemangati selain diri sendiri, yang aku lakukan ya ini, membaca semua tulisan yang pernah aku posting, dan tanpa sengaja membuka tulisan lama, itu adalah kebahagiaan sendiri, sungguh. Tidak pernah menyangka jika aku pernah mengalami fase itu. Lika-liku kehidupan. Dan aku bisa melewati semua itu, meskipun tampaknya dulu aku ngerasa gak mampu, tapi nyatanya? Allah Yang Maha Cinta memampukan, sehingga aku bisa sampai pada fase ini. Fase yang sedang aku lalui di akhir masa study ku, masih sama seperti dulu, aku masih mahasiswa Farmasi di UII , kampus perjuangan yang dulu aku enggan menuntut ilmu disini. Iya, karena dulu fikiranku masih berorientasi bahwa ITB adalah kampus impian, kampus terbaik, dan aku berobsesi masuk kesana. Namun itu dulu, dulu ketika aku belum merasakan dinamika kehidupan disini, di kampus perjuangan. Sungguh. Saat ini aku mencintai UII, mencintai Farmasi, dan aku bersyukur Allah dulu tidak mengizinkanku masuk ITB, karena Allah punya rencana lain, lebih indah. Jika Mbak Hanum menemukan imannya di Louvre, aku bisa mengatakan bahwa aku menemukan imanku disini. Di Yogyakarta, kota teristimewa, kota yang akan menjadi cerita bersejarah yang kelak akan aku ceritakan pada siapapun, pada suamiku, pada anakku, bahwa betapa beruntungnya aku bisa merasakan kehidupan di Jogja, iya. Meskipun tanpa bunda, tanpa ayah. :')

Perlahan mimpiku disini bisa terwujud, mimpi yang dulu aku enggan untuk memikirkannya. Perlahan apa yang aku inginkan satu persatu Allah berikan, salahsatunya adalah ketika (dulu) aku merengek pada ayah untuk ikut bersamanya naik pesawat, keinginan yang begitu sederhana bagi kebanyakan orang, tapi ya itu cita-citaku daridulu, aku ingin berada di atas awan, melihat bumi yang selama ini aku pijaki dari atas, dan tau apa yang ayah katakan padaku? ayah gak mengabulkan keinginan anaknya, padahal daridulu ayah tidak pernah menolak apa yang aku pinta. buat kali ini ayah menolak dengan tegas, dan dengan tangannya yang menggambarkan ketangguhan itu berkata sambil mengelus kepala dengan begitu lembutnya "Suatu saat nanti kamu pasti bisa nak berada di atas sana, naik pesawat, melihat apa yang selama ini ingin kamu lihat, seperti yang kamu inginkan selama ini, tapi bukan karena ayah, kamu harus pergi sendiri, jangan selalu mengandalkan ayah untuk mewujudkan segala keinginanmu, ayah gak selamanya akan menemanimu, jadi anak ayah yang mandiri yaa nak, ayah hanya bisa mendoakan semoga segala keinginanmu suatu saat akan terwujud." Mendengar kata ayah saat itu, sungguh dalam hati bergejolak, ayah jahat, ayah jahaat, ayah jahaaattt.. keinginan sesederhana itu gak ayah kabulkan disaat teman-teman sebayaku pulang-pergi ke kampung halaman menggunakan pesawat.
Tapi ya begitu rencana Allah, terkadang Ia memberikan jawaban bukan saat hari itu juga, dan pada akhirnya speechless ketika semua itu Allah berikan, Iya. pada akhirnya aku bisa naik pesawat ketika aku sudah pesimis kalau bukan dalam waktu dekat ini keinginan itu terwujud. Dengan rute Jogja-Singapore-Thailand aku berada di atas awan. iya. aku ada diatas, sesuai dengan impianku sedari kecil. aku ada di atas. Saat itu aku menangis mengingat2 kata ayah dulu, dari atas sana hatiku berlirih. "Ayaaah... anak mu yang cengeng ini lagi di atas pesawat, ayah.. doamu terkabul.."

Iya. itu sepenggal nikmat Allah yang tidak bisa aku dustakan, begitu indahnya rencanaNya untukku, dan tidak ada alasan lagi bagiku untuk mengeluh. Lihat? betapa Allah mengabulkan doa dan harapan bagi yang benar-benar berharap. ahhh Ya Rabb.. sungguh rasanya malu diri ini ketika mengingat seberapa pesimisnya aku pada keajaibanMu :')  

Allah.. kini proposal yang akan aku ajukan semakin banyak, semoga Engkau membaca dan mengabulkannya.. Allah aku selalu meyakini bahwa Tidak Ada Yang Tidak Aku Miliki Jika Aku Memiliki Engkau. Jangan tinggalin aku sendiri Rabb.. tegur jika aku melakukan salah, Jangan biarkan aku menangis sendiri. Rabb.. ketika suatu saat aku merasa sudah gak sanggup dan merasa lelah dengan semuanya, yakini hatiku Rabb.. untuk selalu mendekatkan diri padaMu.. lebih dekat.. lebih dekaaattttt lagi :') 

Senin, 25 November 2013

Catatan Kecil Seorang Anak untuk Kedua Malaikatnya :")

Ini cerita berawal ketika aku menginjakkan kakiku di desa dimana tempat aku dilahirkan. Desa yang selalu aku rindukan setiap waktunya. Desa yang penuh kenangan. Desa dimana aku mendapatkan cinta yang merupakan perwujudan nyata cinta yang diberikan dari Yang Maha Cinta. 

Angin dini hari di saat aku turun dari Bus masih seperti biasa. masih tetap sejuk, masih seperti dulu, masih jadi udara yang menyejukkan dan batinku melirih, Rabbi... terimakasih hamba masih diberi kesempatan untuk mengunjungi desa ini. Desaku tercinta.

Dan pada saat telah tiba di depan rumah yang selama belasan tahun menjadi tempat berteduhku, batinku semakin melirih. Rabbi... terimakasih aku masih bisa menapakkan kakiku di rumah yang penuh canda tawa di dalamnya. dan saat itu mataku tidak lepas dari sosok yang sedang menyapu halaman rumah, ketika itu tidak terlihat jelas siapa sosok itu, semakin mendekat, semakin jelas. Iya itu Bunda.. Bunda yang namanya selalu kusebut dalam munajatku kepada Yang Maha Cinta. Tapi, terlihat beda melihat bunda saat aku bertemu bunda untuk pertamakalinya setelah 2,5 bulan tidak bertatap muka dengannya. Bunda terlihat kurus, pipinya cekung, ada lingkar hitam di bawah matanya, tidak seperti ketika aku bertemu bunda terakhir kali sebelum aku berangkat meninggalkannya, tubuhnya masih terlihat tegar, masih terlihat segar, berbeda dengan sosok yang ada dihadapanku saat ini. Namun ada satu hal yang tidak pernah berubah, Mata Bunda. Iya mata bunda selalu bersinar, mata bunda selalu menyejukkan. Pancaran mata itu yang selalu membuatku kangen Bunda.. :")

Gak mau menampakkan wajah sedih, aku memanggil bunda dengan ceria.. "Bundaaaaaaaa...." seruku dari kejauhan, dan seketika bunda berbalik dan langsung memelukku erat. Eraaatt sekali, pelukan pagi itu terasa berbeda. Bunda seolah berbicara lewat pelukan itu, dan itu terjadi dengan durasi yang cukup lama.. ahh bunda.. betapa nyamannya ada dalam dekapanmu. dalam dekapan itu bunda bilang.. "anakku akhirnya datang..." ahhh air mata yang sedari tadi aku tahan akhirnya tumpah juga. Ini pagi paling mengharukan Rabbiiii.... :")

Bunda mengajakku masuk dan beliau langsung ke dapur untuk membuatkan aku segelas susu milo. iya bunda berlaku seolah tidak terjadi apa-apa pada dirinya. Beliau masih memperlakukan anaknya seolah anaknya masih berusia 5 tahun.. Bundaaaaa... uzi mencintaimu :")
Dan ketika bunda kembali dengan membawa gelas berisi susu, aku langsung bilang.. "bundaa.. kenapa bunda jadi kurus? tuh liat pipi bunda, udah cekung..." dan bunda cuma jawab.. "Iya nzie gapapa, biar nanti orang gak keberatan ngangkat bunda pake keranda..." saat bunda bilang seperti itu aku cuma bisa terdiam. Iya terdiam mencerna kata-kata bunda barusan, tanpa menghiraukan kalimat selanjutnya yang bunda ucapkan. Lagi. Air mata ini mengalir lagi, dan semakin deras..  

____

Ayah menceritakan semua kondisi bunda saat ini, bunda yang harus selalu konsumsi obat, bunda yang harus bedrest, bunda yang gak boleh mendengar kabar yang membuatnya terlalu senang/terlalu sedih. Dari cerita ayah, aku tau ayah juga sedang takut kehilangan bunda (lagi). Ayah trauma kejadian 21 tahun lalu sebelum aku lahir di dunia ini terulang lagi. Kejadian dimana ayah sudah ikhlas jika Yang Maha Cinta mengambil bunda untuk saat itu. Ketika harapan bunda hanya beberapa persen saja. Tapi, Allah belum mengizinkan Bunda untuk pergi saat itu, bunda diberi mukjizat untuk tetap hidup dan melahirkan aku di dunia ini. 


Ahhh... Rabbiiii.... kalau uzi boleh meminta, uzi pengen Bunda sembuh, uzi pengen bunda seperti dulu. meskipun umur bunda udah 58 lebih, uzi pengen selalu bersama bunda.. Uzi gamau kehilangan bunda Rabbi... dan uzi pengen banget bahagiain Bunda, Ayah di hari tuanya. Maka dari itu Rabbi... sehatkan Bunda, sehatkan Ayah.. jauhkan segala macam penyakit pada keduanya.. Rabbi.... uzi masih pengen bersama mereka, uzi ingin melafalkan kalimat Labaik allahumma labaik. Labaikala syarikalabaik. Innal hamda wa ni'mata. Laka wal mulk la syarîka la bersama mereka di Tahun 2015. Rabbi.. sampaikan uzi pada waktu itu. waktu dimana Bunda, Ayah, Uzi bersama-sama menghadap pada Kiblat semua Muslim di dunia. :') Rabbi.... dengan merapal kata semoga, berharap Engkau mengabulkannya. :")

Kamis, 03 Oktober 2013

Catatan Harian Ziaah :"

Hari ini, Kamis, 3 Oktober 2013 aku banyak dapat pelajaran berharga dari dosen yang ngga hanya mengajar bagaimana dan seperti apa ilmu teknologi kosmetik, lebih dari itu, beliau mengajarkanku bagaimana untuk semakin mencintai Qalam Allah..

Bermula dari kecintaan dan tekadku untuk menghafal Al-Quran, sedikit demi sedikit, berniat hanya untuk disetor pada Allah ketika aku terbangun dan ketika aku hendak beranjak memejamkan mata. Simpel. hanya itu tujuanku, berharap dengan seperti itu Allah selalu menemaniku setiap saat, dengan membaca FirmanNya aku hanya ingin senantiasa didekap oleh Allah, berharap aku tidak pernah merasa sendiri dikala aku jauh dari kedua malaikatku, ayah ibu. Hanya itu ! Tapi Allah sungguhhh MAHA CINTA, Allah tidak akan mengabaikan hamba Yang Mencintai-Nya, Allah memberi rezeki yang tidak terduga, hari ini aku mendapat uang 100.000 hanya untuk membaca salah satu ayat di Kitab Cinta-Nya, hanya itu ! bukan seberapa besar nominalnya, sungguh aku tidak melihat dari banyaknya, tapi dari cara bagaimana aku mendapatkannya itu yang membuat aku terharu sampai detik ini.. 

Gini mungkin ya salah satu cara Allah mengasihi hambaNya? :" Ya Rabbi... sungguh uzi gak bisa berkata apa-apa lagi selain berucap Alhamdulillah, gak cuma sekali uzi mendapat rezeki dari apa yang telah uzi hafal, dan itu semakin membuat rasa syukurku pada Engkau semakin banyak Ya Rabbi.. :')

Yaa Allah.. jika hamba boleh meminta, permudah jalan orang yang selalu Mengingat-Mu, Mencintai-Mu, Mencintai Qalam-Mu. Permudah pula jalan orang yang selalu menjadi perantara-Mu dalam memberikan rezeki pada hamba, termasuk dosen ku Mas Lutfi Chabib yang hari ini menjadi jalan rezeki Mu pada hamba, beri rezeki lebih untuknya Rabbi, permudah urusannya, dan selalu berkahi dan ridhoi beliau dalam perjalanan hidupnya. :")

Allah.... rezeki ini uzi simpan yaaa, setengahnya untuk tabungan uzi berkunjung ke rumah Mu, Baitullah setelah S1 Farmasi, setengah lagi uzi sedekahkan untuk orang yang layak menerimanya, sesuai amanah dari pemberinya. 

Allah... Istiqamahkan uzi, tetapkan hati uzi untuk selalu Mencintai-Mu, gak berpaling dari-Mu, bantu uzi untuk selalu memperbaiki diri, jangan biarkan uzi sendiri, jangan biarkan uzi menangis sendiri, dekap uzi Rabbi.... uzi yakin tidak ada yang uzi miliki jika uzi memiliki Engkau... Rabbi... hamba Mencintai-Mu. :')