Sabtu, 25 Maret 2017

Beauty And The Beast :)

Mari sejenak bernostalgia dengan kenangan
Sekali-kali menengok ke masalalu bukan berarti ingin kembali kok :)


Yeayy... finally nonton film Beauty and The Beast
***

Sejujurnya aku bukan orang yang fanatik terhadap film-film disney, hanya tahu dan sekedar nonton sekilas aja itupun nonton di televisi, tapi karena aku suka dengan hal-hal yang cantik, dan merasa diri menjadi seorang princess rasanya sayang aja kalo film ini dilewatkan, hahaha (abaikan kalimat terakhir).

Dan awalnya pun gak berniat untuk nonton, aku fikir yaa kurang lebih akan sama dengan versi animasinya, dan ternyata ceritanya memang sama (haha yaiyalah), cuma karena sudah terlanjur dekat dengan bioskop dan lagi males untuk berdiam diri di kost terus, yaa apasalahnya kan yaa menyempatkan untuk nonton, mumpung weekend dan mumpung ada temennya, kali ini alhamdulillah gak nonton sendirian kaya biasanya, jadi ketika mengekspresikan suatu hal dari apa yang ditonton ga aneh lagi, biasanya nangis sendirian, baper sendirian, hahaha ternyata nonton barengan itu terkadang lebih mengasyikan ketimbang nonton sendirian :) 

Film ini jelas sama dengan film animasinya hanya yang membedakan disini adalah pemeran Belle nya diperankan oleh manusia dan dia adalah Emma Watson, secara dia adalah wanita cantik yang aku suka sejak memerankan karakter Hermione di Film Harry Potter, tak ayal ketika nonton aku membayangkan jadi dia hahaha, wanita cantik, pemberani dan yang paling aku suka adalah dia teramat sayang kepada ayahnya :) Plotnya pun masih sama. Belle (Emma Watson) adalah gadis cantik kembang desa yang tak begitu disukai warga karena ia seorang kutu buku, kasian dia menjadi aneh dengan ketidakbiasaan yang sering dia lakukan. Tapi eitsss jangan salah, gak semua orang membencinya. Adalah Gaston (Luke Evans), seorang pria idaman wanita yang tak hanya suka tapi  juga terobsesi untuk menjadikan Belle sebagai istrinya. Rahang tangguh dan hidung mancung Gaston tak membuat Belle terpedaya. Untuk hal ini aku mengambil pelajaran bahwa untuk memenangkan hati seorang perempuan itu gak cukup modal tampang doang, emangnya dengan modal famous, keren, kaya bisa dengan gampang ngerebut hati perempuan? hati manusia gaada yang tahu, mungkin disini Gaston gak mendekatkan diri pada Yang Sebenar-benar memiliki hati manusia jadi jangan sesalkan kalau Belle gamau. Saranku pada Gaston dekati dulu Pemilik Hatinya baru nanti akan dikasih hati siapa yang di ridhoi olehNya, mudah bagiNya memberikan hati hambaNya pada ia yang sungguh-sungguh mendekat padaNya.  hahhaha (Gaston memang perlu belajar banyak) 

Dan yang aku paling suka adalah alur cerita ketika ayah Belle, Maurice (Kevin Kline) hilang di hutan, Belle menemukan bahwa sang ayah ternyata telah menjadi tawanan dari Beast dan dikurung di kastil di tengah hutan. Padahal ayah Belle dikurung gegara memetik mawar yang dipesan oleh Belle ketika ayahnya pulang dari bekerja. (lagi) disini aku belajar bahwa yang namanya ayah tidak akan pernah mengecewakan anaknya, selama dia masih bisa mengusahakan keinginan anaknya maka akan ia usahakan, apapun resiko yang akan dihadapi. Ah film cantik ini sempat bikin aku baper karena tiba-tiba kangen sama ayah :') 

Karena Belle tahu kondisi si ayah yang di kurung di kastil, maka Belle bersikeras menggantikan posisi sang ayah. Bukan rahasia lagi kalau Beast ternyata adalah seorang pangeran tampan (dalam wujud Dan Stevens) yang berubah menjadi makhluk buruk rupa gara-gara kutukan penyihir. Yeah, it's a classic Disney's plot device.

Satu-satunya yang bisa melenyapkan kutukan tersebut adalah cinta sejati, pastinya. Namun tak ada yang boleh memberitahu Belle bahwa kutukan akan menjadi permanen saat kelopak mawar terakhir yang disimpan di bagian barat istana gugur. Jadi para perabot yang terdiri dari lampu lilin Lumiere (Ewan McGregor), jam meja Cogsworth (Ian McKellen), teko Mrs Potts (Emma Thompson), lemari baju (Audra McDonald), piano (Stanley Tucci), dkk berusaha mencomblangi keduanya agar sang pangeran dan mereka bisa kembali menjadi manusia sebelum terlambat. 

Setelah googling, film ini ternyata di sutradarai oleh Bill Condon yang mana dia adalah bukan orang baru dalam hal film musikal. Ia juga tahu bagaimana cara untuk membuat penonton kagum dengan keindahan visual. Saat Belle menuruni tangga dengan gaun kuningnya yang menyilaukan untuk bersiap berdansa dengan Beast, mustahil mata kita tak berbinar-binar. Kamera dengan mulus mengikuti gerakan dansa Belle dan Beast yang luwes. Sejak adegan pembukanya yang menampilkan sekuens musikal yang masif, film ini memang sudah menunjukkan pesona visualnya. overall aku suka film ini.. berharap bisa menjadi Belle yang mencintai seseorang bukan karena fisik, tapi karena kebaikan hati orang tersebut, gak melihat dari rupa karena rupa bisa saja dipoles, gak melihat dari harta karena harta bisa dicari, ataupun gak melihat dari apa-apa yang ia miliki karena sesungguhnya apa yang dimiliki adalah hal yang fana. Belajar dari Belle, ridho orang tua untuk dipersatukan dengan orang yang dicinta adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi, barulah jika semua itu sudah dipenuhi, mari kita bangun istana kita bersama. #halah #ujungujungnyabaper hahaha abaikan.. --"

Yang jelas, jika yang belum nonton film ini, maka aku rekomendasikan untuk nonton, meskipun aku sendiri telat banget nontonnya haha.. Dari film ini banyak pelajaran yang bisa diambil :) dari skala 1-100 aku kasih nilai 87 untuk keseluruhan film ini :) Selamat menonton, selamat merasakan rasanya menjadi seorang princess :))) 

Jumat, 24 Maret 2017

Surat Cinta (?)

Allah ku serahkan segalanya, hidup dan matiku Engkau yang tahu
Pertemukan aku pada hambaMu, yang mencintai-Mu setulus hatinya
Hati tak bisa dipaksa
Jiwa berlabuh hanya untuk Engkau
...........
(Sigma - Sejuta Doa)

***

Karena malam ini aku lagi-lagi ditenggelamkan dengan rasa yang sulit untuk dirasa, rumit dideskripsikan, semakin difahami semakin gagal aku mencari arti.. ini rasa apa?

***

Senin, 13 Maret 2017

Surat Kecil Untuk Bunda

Bunda cinta jangan menangis
Doamu menyinariku
Lihat perjuangan diriku 
Cerminan dari cintamu yang indah

Kau sabar menyayangiku
Kau peluk kemarahanku
Bunda sayang tersenyumlah
Demi bunda cintaku
Ku kejar impianku

Atas nama cintamu
Kuakan meraih semua impian aku 
Untuk bahagiakanmu

Atas nama cintamu
Kuakan menjadi yang terbaikmu
Ku cinta padamu, Bunda

(Lintar -Bundaku)

Adalah Bunda, wanita tangguh yang telah melahirkan ku didunia ini, yang dari rahimnya aku dilahirkan, yang dari tiap tetesan air susunya aku mengenal kehidupan, dan dari letihnya aku perlahan merajut mimpi yang sedang coba untuk ku raih satu persatu.

Adalah Bunda yang hingga sekarang tidak pernah bosan selalu mendongengkan ku, ketika ku bergelayut dalam pelukannya untuk diceritakan mengapa bunda menginginkanku ada di dunia ini, mengapa bunda memintaku pada Ia Yang Maha Cinta, tentang bagaimana masa kecilku dulu, kapan pertama kali aku mulai bisa memanggil bunda, kapan aku pertama kali berjalan, bagaimana rewelnya aku ketika aku mulai banyak keinginan ini dan itu, dari semua cerita yang diceritakan, tidak ada cacat sedikitpun dari zia kecil, tidak ada dalam cerita itu betapa nakalnya aku, betapa rewelnya aku, betapa aku menyusahkan bagi bunda, TIDAK ADA! zia kecil di mata bunda begitu sempurna, seolah bunda ingin mengatakan bahwa setiap tangisanku adalah kebahagiaan baginya, setiap teriakanku dulu adalah semangat baginya, dan setiap kenakalanku dulu adalah energi baginya. Itu yang selalu aku dengar, yang aku yakini bahwa bunda teramat menyayangiku.

Adalah bunda orang yang menjadi madrasah pertamaku, jika saat ini aku sedang belajar untuk menjadi madrasah pertama bagi anakku kelak, sesungguhnya aku telah mengalaminya sendiri sedari dulu, teringat olehku ketika bunda mengajarkan ku membaca, membelikanku berbagai macam poster dari mulai poster A-I-U-E-O, A-Ba-Ta, nama-nama hewan, nama-nama buah2an, dan lainnya, bunda menyulap rumah lantai 2 menjadi sekolah buatku dan kakakku. Selama mengajariku, tidak pernah bunda membentakku, tidak pernah bunda menyubitku, seingatku bunda tak pernah menyentuh tubuhku dengan cubitan, pukulan, atau jenis kekerasan yang lainnya, yang ada hanya bunda selalu menyentuhku dengan usapan dan pelukan, begitu lembutnya bunda.

Adalah bunda yang dengan telaten memberikan pelayanan terbaik untuk anaknya, ga rela anaknya kelaparan sedikitpun bahkan hingga aku telah menginjak usia 23. bunda yang tidak pernah lelah menanyakan "udah makan nak?" , "udah minum susu milo?" , "hari ini udah makan berapa kali?", atau saking takut anaknya sakit, bunda masih selalu mengingatkan, "kalau keluar malam pakai jaket ya nak", "belajarnya jangan terlalu malam", "kalau habis mandi pakai minyak kayu putih ya nak",  sebegitu khawatirnya bunda ketika anaknya jauh dari jangkauan pengawasannya :".

Adalah bunda yang selalu mendukung mimpi-mimpiku, yang selalu sms bahkan nelfon ketika aku mengatakan, Bunda nzi lagi mau ujian, Bunda nzi lagi mau lomba, bunda nzi lagi mau pendadaran, dan segala ketakutanku yang lain, dengan tulus bunda mengatakan, "iya nak.. sewaktu nzi ujian bunda bacain surat kesukaan nzi, Al-Kahfi, Ar-Rahman, Al-Waqiah, Al-Mulk yaa..." dan seketika itu ketakutanku hilang, sebegitu ajaibnya suara bunda mendamaikan kerisauanku kala itu.

Adalah bunda, wanita terhebat yang tidak pernah mau membuat anaknya khawatir, gamau membuat anaknya sedih dengan selalu mengatakan bunda gapapa kok nak, padahal aku tau bunda kenapa-kenapa.. semakin bunda mengatakan gapapa, semakin teiris rasa oleh ketakutan-ketakutan.

Adalah bunda yang tidak pernah meminta apapun pada anak-anaknya kecuali minta anaknya untuk tetap menjaga sholat. Sesederhana itu permintaan bunda.

dan sekarang usia bunda telah menginjak usia 62 tahun, bukan angka yang sedikit ya bundaa.. tidak ada kata yang dapat diutarakan selain semoga bunda semakin disayang Allah sebagaimana bunda sayang sama nzi, semoga bunda selalu dijaga oleh Allah sebagaimana bunda jaga nzi dari kecil hingga sekarang.

"Rabbighfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghiran"

Ah Rabb.. masih banyak mimpiku bersama bundaa.. bersama ayah.. izinkan hamba untuk menjadi alasan mereka tersenyum di hari tuanya. Jika syukur padaMu harus banyak diucapkan, maka untuk ini aku berterimakasih telah menghadirkan bunda dan ayah dalam episode kehidapanku di dunia ini. Sesungguhnya Engkau Maha Sebaik-baiknya Pemberi. Jaga bunda dan ayah ya Ya Rabb.. karena Engkau pun sebaik-baiknya Penjaga :))




Ayah - Bunda 



Rabu, 18 Januari 2017

Pernikahan Impian :)


Ada begitu banyak cara bagi Tuhan untuk mempertemukan. Terlihat rumit padahal sederhana, terlihat jauh padahal dekat, terlihat orang lain padahal kamu - Kurniawan Gunadi

Iya pencarian itu sesederhana kalimat Kak Gun, kita tidak akan pernah tahu bagaimana cara kita dipertemukan dengan seseorang yang menyempurnakan agama kita, kita tidak akan pernah tahu kapan waktu yang tepat untuk bertemu dengan dia yang dapat dipinjam pundaknya untuk bersandar, kita juga tidak akan pernah tahu siapa dia yang selama ini kita cari-cari definisinya.

Terus apa yang kita ketahui jika semua tentang itu luput dari pengetahuan kita? Tidak ada. Ya, aku cuma bisa menjawab tidak ada yang bisa kita ketahui selain aku tahu bahwa Ia Yang Maha Cinta sedang mempersiapkan surprise untuk kita di waktu dan kondisi yang menurut-Nya sudah tepat.

Terus Kapan? Haha.. jika ditanya demikian, aku yang menulis tulisan ini pun tak bisa menjawab, aku cuma bisa mengambil kesimpulan dari cerita-cerita yang selama ini aku dengar baik via orang-orang terdekatku, dari novel romance yang aku baca, dari sejarah yang sudah jelas-jelas terukir oleh masa, bahwa hal tersebut pasti terjadi, pertemuan dengan orang yang tepat itu akan kita rasakan, baik dalam waktu dekat ini ataupun memang perlu waktu untuk lebih bersabar, Ia mungkin masih inginkan kita untuk mengangkat tangan lebih lama, mengadu padaNya, bermesraan denganNya hingga Ia mengatakan Ya. sudah saatnya. Satu hal yang pasti, akan ada kesan tersendiri jika sudah dipertemukan bahkan dipersatukan, ya. karena setiap orang memiliki kisahnya masing-masing dalam menjemput jodohnya. Tinggal bagaimana cara kita menjemputnya, apa dengan bersabar sehingga Ia Yang Maha Cinta memberikan dengan ridho, atau  melakukan suatu hal yang membuat Ia Yang Maha Cinta memberikan tanpa disertai dengan ridhoNya? Itu dijawab sendiri ya :) 

Senin, 26 Desember 2016

CERITA PERJALANAN #1 MAKKAH-MADINAH

Rabb.. hindarkan hamba dari melencengnya niat yang hamba ikrarkan diawal 

Pada saat menuliskan tulisan ini, entah kenapa banyak ragu yang memenuhi seisi hati, ketik satu kata langsung tekan tombol backspace, ketik kata lagi, tak lama kemudian tekan tombol backspace lagi, begitu seterusnya. Ini adalah hal yang sensitif buatku, urusan vertikal bagiku tak untuk diumbar, aku takut melenceng dari niat awalku, aku takut setan terus mempengaruhi agar pada setiap kata yang aku ketik mengandung unsur riya, sombong, dan mengharapkan pujian dari makhluk. Astagfirullah.. tuhkan bahkan ketika aku mengetik kalimat istigfar barusan aku takut itupun adalah salahsatu ketakutan yang aku takuti, karena selalu ada cara setan untuk membelokkan niat dengan cara apapun. 

Rabb.. hindarkan hamba dari melencengnya niat yang hamba ikrarkan diawal

Terus kalo gitu kenapa pada akhirnya aku menuliskan ini?

Aku memang bukan penulis, apalagi motivator, aku hanya seorang hamba yang semangatnya selalu naik turun, tidak bisa ditebak, kapan naik dan kapan semangat ada pada titik terendah, dan ini adalah salahsatu caraku untuk menolong diri dari masa dimana aku berada pada titik terendah itu. Ketika semangatku lagi down, maka buru-buru aku membuka tulisan-tulisan yang pernah aku tulis, supaya aku kembali ingat bahwa masa-masa sulitku telah aku lewati, dan Allah tak pernah membiarkan aku sendirian :) Tulisan ini bukan membahasa tentang KAMUku yang belum terdefinisi, bukan pula tentang kegalauan seorang mahasiswa yang ingin segera menyelesaikan studinya, ini adalah tulisan bagaimana seorang hamba sedang mencari cara untuk kembali menghamba pada Ia Yang Maha Cinta.

SEPTEMBER, 2011
Tahun dimana aku telah menjalani masa kuliahku di UII sebagai seorang mahasiswi Farmasi. Berat memang, pertama kalinya anak manja yang tidak pernah jauh dari bundanya harus menjalani masa rantauannya sendiri, gaada teman, gaada saudara, benar-benar sendiri, disaat teman-temanku masuk kuliah di Bandung, di Universitas impiannya masing-masing. terus aku? apakabar aku yang merasa terasingkan dengan wilayah yang baru, suasana yang baru. Aku gak pernah lupa bagaimana aku merasa menjadi orang yang paling cengeng didunia. Ketika jalan pulang kuliah menuju kosan nangis, buka pintu kamar nangis, sendirian di kamar nangis, bangun tidur nangis, mau berangkat kuliah pun nangis lagi. HAHA lebay, tapi memang begitu kenyataannya, jika aku me-recall kembali kemasa itu, aku juga bingung "kok bisa ya?" Tapi, yaitu proses yang aku jalani untuk menjadi baik, sebuah proses yang aku sendiri bangga telah mampu melewati masa-masa itu, membuahkan hasil yang menjadikan diri bahagia telah melewati satu proses menuju baik. Sengaja aku membuka-buka tulisan lamaku di tahun 2011 ketika aku mencoba menghibur diri agar tidak berlarut-larut dalam kesedihan, ternyata aku selalu punya cara untuk membahagiakan diriku sendiri :))

http://ziquidh.blogspot.co.id/2012/01/yang-lalu-biarlah-berlalu.html 
dan
http://ziquidh.blogspot.co.id/2012/01/rabbku-maha-baik.html

salah satu kutipannya

"Jangan Bersedih..
Kekasih pilihan Allah akan dihadiahi dugaan hebat tanda kasih Nya
Jalannya dihias dengan duri-duru luka
Tidak dibiarkan lena dalam nikmat melimpah
Tapi dihidangkan keperihan susah payah yang tiada sudah.."

Aku pernah sebijak itu saudara-saudara hahaha

Hari berganti, perlahan aku kembali merajut mimpiku yang sempat tercerai berai karena Allah mengatakan belum saatnya, perlahan aku mulai ga cengeng lagi, aku menyibukkan diri dengan kegiatan di luar kampus, aku mencari orang yang butuh bantuan, karena sejatinya aku bahagia jika ada yang merasa terbantu dengan hadirnya aku. ketika itu aku berfikir aku bisa apa? apa yang aku bisa lakukan? masuk organisasi di kampus? ah aku fikir tidak, aku ga suka dengan sistem yang ada, pulang malam, rapat hampir tiap hari dengan alibi untuk mengasah softskill, kaka tingkat selalu mengatakan 'kamu belajar kepemimpinan ketika masuk organisasi, kamu akan memiliki banyak relasi, banyak bla bla bla..' . Aku menggeleng keras untuk itu, aku memang butuh mengasah softskill ku, tapi sekali lagi aku tidak suka dengan sistem yang ada, hingga pada akhirnya aku memahami ulang definisi softskill . dan ya! aku memang butuh tapi aku akan mendapatkannya dengan cara yang berbeda dari yang lain, dengan tetap tidak mengabaikan kebermanfaatan diriku untuk yang lain. Tapi apa? 

Pertanyaan yang langsung di jawab oleh Allah, saat pulang dari kampus aku dihadapkan dengan selebaran yang isinya, butuh tentor pada sebuah lembaga bimbingan belajar, dan sontak aku girang! ya. ini caraku untuk mengabdi. Tapi, ketika aku dalami lagi selebaran, alamatnya cukup jauh, Jl. Kaliurang KM 5,5. Jauh untuk ukuran maba yang ga tau jalanan Jogja, ga punya motor. Tapi apa salahnya kan yah di coba? begitu gumamku dalam hati. Dengan naik utuk-utuk (kendaraan umum yang jalannya kaya siput) aku melaju ke alamat yang dituju, bermodalkan selembaran aku mencari alamat, dan ketemu. Singkat cerita, aku mulai mengajar bimbel disana, dan first salary yang aku dapat membuat aku girang bukan main. aku bahagia ini pertama kalinya aku punya uang hasil kerjaku, ga seberapa memang, tapi bahagiaku bukan hanya sekedar dapat uang, tapi ketika adik yang aku ajar saat pembagian raport jingkrak-jingkrak bahagia sambil memelukku karena dia akhirnya bisa masuk 3 besar. Ah. tiba-tiba mata basah mengingat saat itu, Dek Galuh apakabar ya kamu Dek? mbak masih ingat kamu meluk mbak, dan membekali mbak sekeresek salak sebagai ucapan terimakasih mu :") semoga kamu selalu sehat ya dek, dan tetap jadi adek mbak yang cerdas. :"

Sejak saat itu, aku semakin yakin bahwa kebermanfaatanku untuk orang lain adalah pembuka jalan untuk mempermudah mimpiku :"

Terus apakabar salary yang aku dapat? hehe.. aku adalah orang yang selalu sayang mengeluarkan sesuatu apalagi itu didapatkan dengan banyak kenangan,  pada akhirnya, aku memutuskan untuk membeli sebuah celengan. Di celengan tersebut iseng aku tulis keinginanku untuk menjadi tamu Allah :') aku tulis di badan gajahnya "Bismillah, UMRAH setela s1 Farmasi Tahun 2015"

Gajah ini yang menjadi penyemangat yang gamau tau caranya harus selalu terisi :')
Fikiranku saat itu, SIAPA TAU gajah ini bisa membawaku menjadi tamu Allah, hanya bermodalkan mengisi gajah dengan salary hasil bimbel yang ga seberapa :')


Ah Allah.. :')
Kalau ada yang pernah ke kamarku waktu di Jogja dulu, gambar diatas selalu terpampang di dinding kamarku, yang setiap aku melihatnya selalu aku semogakan. Meski dalam hati selalu bergumam, Allah apakah mungkin? Lagi-lagi aku selalu meyakinkan bahwa Allah selalu memeluk mimpi-mimpi hambaNya. Seiring berjalan waktu, aku makin giat mengisi gajahnya, setiap peluang yang menjadikanku bermanfaat dan ada fee nya selalu aku usahakan, meski aku selalu mengorbankan waktuku untuk hangout dengan teman-teman, disaat yang lain pergi ke kafe untuk nongkrong, aku ngajar bimbel, disaat yang lain liburan ke tempat wisata aku menjadi musyrifah, disaat yang lain sibuk dengan jelajah kota jogja dan sekitarnya, aku menghabiskan waktuku di kampus untuk nge-asisteni praktikum, yang rekor waktu itu dalam satu semester aku pernah meng-asisteni 6 kelas :') tak ayal aku adalah orang yang ga tau jogja hingga akhir semester 5. Aku pun lebih memilih menabungkan uang beasiswa yang ku dapatkan disaat teman-temanku membeli barang-barang kesukaannya, belanja fashion kekinian, jajan makanan yang sedang ngehits saat itu. Sedangkan aku? lagi-lagi aku harus sabar, aku selalu menghibur diriku saat itu, akan ada saatnya nanti dimana aku menikmati apa yang aku sabar-kan untuk hari ini. Aku pun adalah orang yang paling hemat sepertinya, karena untuk makan di Jogja yang menurut versiku sekarang adalah paling murah, dulu aku sangat begitu perhitungan.. haha teringat tulisan yang pernah aku tulis di 

http://ziquidh.blogspot.co.id/2013/07/aku-kamu-dan-bbm.html

Ditulisan itu menceritakan bagaimana aku begitu nelangsanya ketika harga BBM naik haha (oiiaa.. akhir semester 4 akhirnya aku dikasih motor oleh ayah, ga naik utuk-utuk lagi untuk ngajar :D)

Singkat cerita, waktu terus bergulir, dan aku telah menyelesaikan studiku di Farmasi UII, tahun 2015. Itu artinya waktuku untuk membuka celengan gajahku, yang mana ketika celengan itu pertama dibeli aku mengikrarkan dia akan disembleh sesaat aku telah wisuda. 4 tahun waktu hidup gajah itu berwujud utuh. Membuka celengan itu, degdegan nya luar biasa.. Ah Allah mungkinkah uangnya cukup untuk bisa menjadi tamuMu? Dan saat dibuka, bukan mainnya rasaku, jumlahnya diluar prediksiku. Ah Allah, tahun ini, tahun 2015, hamba bisa jadi tamuMu :")

Tapi.. Allah mengujiku, lagi-lagi Allah mengatakan 'NANTI' untuk mimpiku, karena sesaat setelah itu, ada berita bahwa rupiah melemah, dollar naik, uang yang tadinya hampir cukup, ternyata makin ga cukup. Oh Allah, hamba belum pantas yaa menjadi tamuMu? gumamku saat itu sambil berurai air mata. Cara bagaimana lagi untukku dapat menggenapkan uang untuk menjadi tamuMu Rabb? Ah. ga sampai setahun, Allah memberi jawaban, Allah meng-acc permintaanku, Kerjaan di Tarumanagara yang ga disangka-sangka Allah mengIYAkan aku menjadi tamuNya, dengan bonus berangkat bersama ayah dan bunda, yang keduanya diberangkatkan oleh kakakku. Duhai Allah.. sungguh Engkau Maha Baik, selalu ada caramu untuk menjawab doa hambaMu di waktu yang tepat dan dengan cara yang terindah. Sebelumnya hamba ga membayangkan untuk menjadi tamuMu bersama kedua orang tua hamba, tapi nyatanya? aku selalu dibuat speechless dengan ke Maha Romantisan-Mu :")

DESEMBER, 2016
Entah rasa apa yang aku rasakan, selain syukur banyak-banyak.. menginjakkan kaki sebagai tamu Allah di negeri para Nabi membuatku merasa tak pantas, lagi-lagi aku mengikrarkan diriku sebagai orang yang paling cengeng, kali ini, di negeri ini mataku tak henti beruraian air mata, karena ke Maha Baikan Ia, secepat itu Ia mengabulkan permintaanku, secepat itu Ia memanggilku seolah mengatakan, "Sini hambaku, mengadulah apa persolanmu secara langsung padaKu.. disaksikan para malaikat yang mengelilingimu di tempat yang suci ini" 

Tempat pertama yang aku kunjungi adalah Madinah Al-Munawwarah

Sebagai salah satu kota suci umat Islam, Madinah memiliki sejumlah keutamaan, yaitu :
  1. Tempat yang diprioritaskan penyebutan namanya dalam Al-Quran.
  2. Yang menjadikan Madinah sebagai tanah haram (suci) adalah Allah SWT.
  3. Pengharaman pemburuan dan buruan di Madinah.
  4. Larangan memotong pohon-pohon, mencabutnya dan memungut barang yang tercecer.
  5. Pengharaman mengangkat senjata dan berperang di dalamnya.
  6. Allah SWT memilih Madinah sebagai tempat hijrah Rasulullah SAW.
  7. Allah SWT memilih Madinah sebagai tempat disemayamkannya jasad Rasulullah SAW.
  8. Madinah dibersihkan dari Syirik.
  9. Keberkahan di Madinah dilipatgandakan.
  10. Dajjal tidak boleh memasuki Madinah.
  11. Tanahnya sebagai penyembuh (Syifa')
  12. Syafaat bagi siapa saja yang sabar atas cobaan di Madinah.
  13. Syetan putus asa untuk disembah di Madinah.
  14. Para Malaikat menjaganya hingga Hari Kiamat.
  15. Madinah bermandikan cahaya pada hari kedatangan Rasulullah SAW.
  16. Beribadah di Masjid Nabawi dilipatgandakan pahalanya.
Salahsatu tempat mustajab dikabulkannya  doa di Madinah adalah Raudhah, biasa disebut taman syurga. sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwa “antara rumahku dan mimbarku adalah taman (raudhah) dari taman-taman surga” Disarankan disana untuk doa banyak-banyak karena inshaAllah doa akan dikabulkan oleh Allah SWT. saat itu aku gak terlalu mendengarkan arahan pembimbing, aku lagi berkelana dengan fikiranku, aku masih ga percaya ada di depan makam Rasulullah, manusia mulia di muka bumi ini, aku ada hanya beberapa meter di depan makamnya. Ya Rasulullah.. aku disini... :') Allahumma sholi ala sayyidina Muhammad wa Ala Ali Muhammad, ku ulang sholawat berkali kali hingga aku menyadari bahwa aku memang ada disini. Tiba giliran rombonganku untuk masuk ke raudhah, berdesakkan. sesak sekali, lagi-lagi aku ga terlalu merasakan desakan itu, meski jika aku hitung ada berapa jamaah yang berebut masuk kesana rasanya tak akan terhitung. Ah Allah. sebegini banyak nya kah yang rindu pada kekasihMu? termasuk aku? Lagi. aku menangis didalam desakan para jamaah :')

Depan Pintu Raudhah
Sesampainya di karpet hijau, yang menandakan bahwa aku udah sampai di raudhah, salahsatu tempat mustajab, doa yang aku susun dengan rapi yang udah aku siapkan dari tanah air untuk dipanjatkan, tiba-tiba aku tak kuasa untuk mengucapkannya, cuma air mata yang mengalir.. deras begitu deras... aku malu mengucapkan keinginanku pada Allah, selama ini Ia selalu mengabulkan apa yang aku pinta. Aku ingin meminta hal keduniawian padaNya, sesungguhnya aku lupa bahwa telah banyak nikmat yang telah aku dapatkan, hingga pada akhirnya aku hanya mengucapkan.. Allah... terimakasih untuk kehidupan yang Engkau berikan, terimakasih untuk memilih hamba untuk menjadi hamba yang selalu menghamba, jangan biarkan hamba menangis sendirian ya Rabb.. selalu yakinkan hati hamba bahwa apapun yang akan terjadi pada hidup hamba selanjutnya, Engkau akan selalu membersamai hamba... Rabb.. jika boleh aku meminta untuk meninggal, maka disinilah tempatnya, jika belum saatnya, izinkan hamba untuk mengadu padaMu ditempat ini, lagi dan lagi..... Allah Aku mencintaiMu.. 


Akhirnya aku bisa mengambil gambar ini sendiri :')
Selepas meninggalkan Madinah, maka Makkah lah tujuan terakhir untuk melaksanakan rukun umroh, selepas dari Madinah yang suhunya saat itu 12 derajat celcius, aku malah sakit.. ah tiba-tiba aku sebel sama diriku sendiri, no right time zii... tapi Allah menegurku, mungkin saat itu aku butuh istirahat, aku lupa bahwa semenjak di Indonesia aku jarang tidur, kebanyakan nangis pula.. tapi namanya Fauziah Ridho, selalu maceuh anytime, anywhere, hingga mengabaikan tubuhnya meskipun tubuhnya sudah memberikan alarm untuk istirahat sejenak. Ga cukup dengan dikasih sakit, Allah memberikanku haid. nah untuk ini aku gabisa apa-apa. Lagi-lagi nangis. mau maceuh pun gabisa, terpaksa istirahat disaat rombongan melakukan tawaf. Saat itu, aku janji sama Allah untuk mau istirahat dengan syarat Allah menghentikan haid ku, dan... lagi-lagi Allah mengabulkan doaku segera, setelah istirahat, haidku benar-benar berhenti, aku bisa tawaf, bisa sa'i. Ah Allah aku semakin yakin bahwa Engkau benar-benar memperhatikanku dan mengabulkan doa hambaa :(:( (dibuat speechless untuk kesekian kali atas keajaiban yang terjadi)

Labbaik Allahumma Labbaik, labbaika la syarika laka labbaik inna al hamda wa an ni’mata laka wa al mulk la syarika laka

Dengan menggandeng tangan ayah, aku melakukan tawaf, berdua mengelilingi kabah, disini aku banyak meng-aamiini doa ayah, jika selama ini aku hanya melihat ayah sedang sholat dan berdoa, maka sekarang aku mendengarkan doa apa yang selama ini ayah panjatkan, dan doa yang Ia panjatkan pada Allah adalah doa untuk anaknya, untuk aku.. anak mana yang ga teriris hatinya ketika mendengar ayahnya mendoakan dengan suara lirih sambil beruraian air mata agar Fauziah Ridho diampuni dosanya, dilancarkan sekolahnya, diberikan jodoh terbaik, dilancarkan rezekinya.. Segitu cintanya ayah padaku Rabb... :'(

Selepas Tawaf, masih dengan menggandeng tangan ayah, aku melakukan sai, antara safa dan marwah.. Ayah memintaku untuk murojaah.. "Nak.. coba baca surat yang kamu hafal, biar ayah mendengarkannya.." yang mana ayah?.. "Al-Mulk cobaa.." sambil berjalan pelan, ayah mendengarkan murojaahku, sambil menggandeng tanganku, makin erat... semakin erat... Setelah selesai, ayah tersenyum.. Lagi... lalu ayah membuka dengan Ar-rahman... Allamal quran... kholaqol insann.. allamahul bayann... dan kita murojaah bersama... entah kenapa, malam itu adalah malam teromantis yang aku laluin bersama ayah, setelah aku menemani ayah di rumah sakit selama 11 hari, menemani masa kritis ayah saat di ruang operasi, aku bersyukur Allah memilihku untuk bisa menghabiskan malam ini, di tempat ini bersama dengan orang yang paling aku cintai setelah Engkau, Rasul-Mu, dan Bunda.. jika bisa, aku ingin waktu terhenti saat itu. :') Allah.... terimakasihh...

Depan Ka'bah setelah Tawaf Wada

Depan Maqam Rasulullah SAW

Perjalanan spiritual ini menjadikan perjalanan yang semakin meyakinkan bahwa Allah Maha Cinta akan hambaNya, tidak ada yang tidak mungkin bagiNya apabila kita berharap.. Allah Maha Penggenggam mimpi hambaNya.. oh Allah... tidak ada yang tidak uzi miliki apabila uzi Memiliki Engkau.. oleh karena ituu.. jangan biarkan hamba menangis sendirian ya? :') oh Allah... hamba mencintaiMu, meskipun terkadang masih sebatas wacana untuk mengatakan aku cinta, tapi izinkan hamba mengubah wacana itu menjadi realisasi... Allah... terimakasih, kini hamba tidak takut untuk bermimpi, hamba tidak takut untuk menghadapi kehidupan yang akan hamba jalani selanjutnya, Ada Engkau yang selalu meyakinkan jika, all is well :)

Masjid Quba
Masjid Nabawi (Depan Maqam Rasulullas SAW)

Umroh bersama MQ Travel (sewaktu mau ziarah kota Madinah bersama Aa Gym)

Masjid Ar-Rahmah (biasa disebut masjid terapung), Jeddah

Dan untuk KAMU :)




(Semoga apa yang tertulis tidak menjadikan riya'.. Allah Maha Tahu niat hambaNya, jika ada yang baik dari tulisan ini, mudah2an menjadi pahala, jika ada yang tidak baik semoga Allah mengampuni)

Jumat, 18 Maret 2016

Rangkaian Cinta Positif~

hei Bloggers.. lagi apa? jangan tanya balik aku lagi apa ya? karena jawabannya pasti menjenuhkan, kalo ga nugas, ya belajar buat uts, paling hiburan satu-satunya adalah nulis. Yaa begitulah tugas mahasiswa. Tapi aku gak ngeluh kok, selama jadi mahasiswa aku harus menikmati setiap prosesnya (mumpung masih dikasih kesempatan) bukan begitu? :)

Disela rutinitas, rangkaian lagu Cinta Positif yang selalu menemani, ada yang tau tentang lagu itu? rangkaian perjalan kisah cinta seseorang yang harus rela mengikhlaskan demi terwujudnya sebuah impian. dan kali ini aku mau me-review nya buat kalian yang belum tau. hihi. Jadi ceritanya, ada 5 part lagu hingga sekarang, yang masing-masing dengan judul Halaqah Cinta, Untukmu Calon Imamku, Mencintai Kehilangan, Jodoh dunia Akhirat dan yang terakhir adalah Pangeran Syurga. 

Lagu pertama berjudul Halaqah Cinta.. Bercerita tentang bagaimana seorang perempuan menyukai seorang pria, begitu juga sebaliknya, tapi karena masing-masing dari mereka mengetahui bahwa yang namanya aktifitas "pacaran" dalam kamus Islam tidak pernah ada, jadilah sesama diantara mereka saling memendam perasaan dan saling berdoa untuk dipertemukan dengan kekasih pilihan Tuhan yang sudah pasti pilihannya takan pernah salah. Sweet ya? 

Scene Video Clip Halaqah Cinta
Lagu Kedua adalah Untukmu Calon Imamku.. dari judulnya aja udah bisa dipastikan bahwa ini adalah curahan hati seorang perempuan yang sedang menerka-nerka siapa calon imamnya kelak. Ada satu kalimat yang bikin aku merinding setiap kali mendengarnya "Untukmu calon imamku, seseorang yang akan menemani aku dimasa depan, aku menantimu bersama semua pengabdianku yang tertunda, bersama segenap cinta yang tak akan sempurna bila engkau tak kunjung hadir dihadapanku. izinkan bakti dan taatku menyatu bersama senyum di wajah teduhmu, izinkan cinta dan rinduku terpatri kuat di hati dan fikiranmu. Untukmu calon imamku, ketahuilah bahwa aku pun disini selalu menantimu dalam taat, menanti untuk menjadi belahan jiwamu, menanti untuk menjadi penyejuk hatimu." kurang lebih begitulah kata-kata yang ada di lagu ini, dan itu jika dihayati bikin galau. haha. jadi untuk para perempuan yang rentan dengan kata jodoh jangan coba-coba dengar lagu ini. :D

Dan lagu ketiga adalah lagu Mencintai Kehilangan, dari sekian lagu, lagu ini yang paling paling deh pokoknya, di lagu ini aku belajar bahwa cara mencintai yang belum pada waktunya adalah dengan mengikhlaskan. Ini adalah kutipan si seorang laki-laki kepada perempuan yang dicintainya "Assalamualaikm Ghea, aku sempat berfikir untuk memilihmu menjadi pendamping hidupku, sampai saat ini keyakinan itu terus tumbuh dan membesar dalam hatiku, tapi adakalanya keyakinan tak sesuai dengan kenyataan, atau memang waktu yang menunggu untuk membuktikan, masih ada impian besar yang harus aku kejar, tak perlu ada ikatan apapun antara kita, kita tak perlu saling menunggu, kita hanya perlu belajar saling melepaskan dan menerima ketentuannya." Bikin nangis dengernya, apalagi sambil dilakuin, campur aduk deh rasanya :')

Scene Video Clip Mencintai Kehilangan
Lagu keempat adalah lagu Jodoh Dunia Akhirat, lagu ini mengisahkan mengenai jawaban dari mengikhlaskan, ketika waktu sudah mengatakan ini saatnya, maka tiada satupun yang dapat menghalangi kehendak dari Yang Maha Cinta untuk menyatukan kedua makhluk yang bersabar diatas ketaatan padaNya. bahkan bukan cinta yang memilihmu tapi Allah yang langsung memilihmu untuk ku cintai. Kutipan surat si pria pada wanita yang daridulu ia cintai, "Assalamualaikum Ghea, waktu dan cuaca mungkin berubah, tapi keyakinan dalam hatiku tidak, dia terus tumbuh setiap harinya tersiram doa, keyakinan ini menguatkanku untuk terus memantaskan diri demi terwujudnya sebuah impian. Mimpi yang dulu sempat aku lepaskan, doa-doaku disetiap malam memohon pada Allah untuk menunjukkan dan aku tetap melihatmu ada di masa depanku. Kamu tetap menjadi impianku. Apakah kamu bersedia menjadi penyempurna agamaku?"  Melting kannnnn?? :')

(Dan) Lagu terakhir adalah Pangeran Syurga, dan ini adalah final dari rangkaian kisah seorang yang memohon - mengikhlaskan - sabar - memantaskan diri - hingga dipersatukan oleh Nya.
"Apabila dia sudah berkehendak, siapa yang bisa menolak. Apabila Dia sudah mengizinkan siapa yang bisa menahan? mengikhlaskan bukan sekedar melepas, mengikhlaskan berarti menyerahkan kepadaNya segala keputusan dan menerimanya dengan penuh kesadaran."  Aaa... aku melting dengan cerita ini, yang pada akhirnya si laki-laki yang berani melamar. Yeaay.. sebagai penonton aku turut senang. haha.

Scene Video Clip Pangeran Syurga

Setiap yang mendengar lagu-lagu diatas pasti responnya sama, aaak sweet banget. karena yang ditampakkan adalah yang romantisnya aja, gatau kan gimana caranya melakukan? gimana sakitnya mengikhlaskan? gimana prosesnya menjalankan apa yang tak tampak, gimana rasanya melawan gejolak hati untuk tetap istiqamah, karena sesungguhnya sekuat apapun mencoba mengikhlaskan tapi pada akhirnya akan kalah dengan perasaan sendiri apalagi jika iman yang dimiliki belum sepenuhnya tertanam dalam hati. Aku pun lagi belajar demikian, jika ditanya Telah Memberikan Apa untuk Tuhan, mungkin ini adalah salahsatunya jawaban. Aku hanya ingin membuktikan bahwa tanpa ada komunikasi, jika waktu sudah mengatakan sudah saatnya, pasti dipersatukan, aku hanya ingin membuktikan itu untuk diriku sendiri. Entah dengan siapa, yang jelas dengan KAMU yang berani untuk mengambil sikap. Aku teringat perkataan partnerku Shalahuddin Al Madury saat ia berkata "Semua pemuda itu cemen, kecuali dia yang kemudian berani memintamu kepada ayahmu" hihi jadi ngikik sendiri dengernya, tapi memang begitu ya kenyataannya? semua cowok itu cemen, setuju gak? hehe.

Semoga aku, kamu, kita, sama-sama dituntun untuk menjadi pribadi yang lebih baik, sehingga jika sudah tiba saatnya kita akan merasakan benar-benar nikmatnya hadiah Allah atas kesabaran yang telah kita jalani. Aaamiin :')

Oiia, lagu-lagu diatas bisa didengar via youtube di https://www.youtube.com/watch?v=Yf-gQsx6fFU&index=7&list=PLZb6i647IV9ohsIQpq0B1zPsFI0CHDDaO. Selamat mendengarkan bloggers :)



Selasa, 15 Maret 2016

Sebatas Wacana ~

Assalamualaikum.. 
Tanggal 22 Desember 2015 adalah hari terakhir dimana aku menenggelamkan diri dalam lamunan panjangku, me-recall memori perjalanan yang telah aku lewati, banyak tangisnya, tapi sebanyak air mata yang keluar, sebanyak itulah syukur yang harus dipanjatkan pada Yang Maha Cinta, bahwa janji Ia itu pasti, Ia tak akan membiarkan hambanya menangis sendirian dengan segala masalah yang dialami, dengan semua potongan episode yang terlewati tanpa adanya penyelesaian dan hikmah yang dapat dipetik setelahnya. Aku bersyukur bahwa aku masih bisa mencari Cinta Allah dalam setiap permasalahan yang Ia berikan, bayangkan? masih banyak orang yang tak menemukan Allah di dalam setiap air mata yang terurai pada pipinya, sesungguhnya bagiku, merugilah Ia, karena orang seperti itu tak akan pernah merasakan menangis dalam kenikmatan yang mendalam, menangis bukan karena permasalahan yang menghampiri, tapi menangis karena merasa bahwa Allah sedang sangat dekat dengan kita, seolah Ia sedang memeluk, mengusap kepala sambil berkata, "Hambaku, sesungguhnya Aku sangat dekat dengan Mu, Aku mencintaimu, hambaKu". 

Dan malam ini tanggal 15 Maret, sengaja aku meliburkan otakku dari segala aktivitas perkuliahan yang jika dikeluhkan akan banyak hal yang terlontar dari bibirku, mengeluhkan mengapa harus begini, mengapa harus begitu, tapi lagi-lagi aku bersyukur, karena Ia menuntunku untuk menjadi wanita yang tangguh, tanpa mengeluh, dan selalu menghibur diri dengan perkataan dan perbuatan yang membuat optimis ketika semangat ada pada titik kritis. Malam ini aku ingin meluangkan waktu untuk menenggelamkan diriku jauh kepada hati yang terdalam, dalam perenungan panjang, hingga aku menemukan titik kedamaian itu berada. Ah Allah, jawabannya itu adalah titik dimana aku menemukan Engkau kembali. bermesraan denganMu (lagi) setelah sekian waktu aku mengabaikanMu dengan urusan keduniawian. Allah, cemburukah Engkau? 

Minggu ini adalah minggu dimana Ujian Tengah Semester berlangsung, sejujurnya ini adalah hari yang aku tunggu sejak lama, dulu aku sangat mendamba merasakan bagaimana mengerjakan soal-soal di kampus ini, dan pada hari ini pertanyaan yang dulu memenuhi "kotak petanyaan" dalam otakku sudah terjawab. plis jangan ditanya bagaimana soalnya, bisa apa ngga mengerjakan, dan pertanyaan sejenis lainnya, karena aku akan menjawabnya hanya dengan senyuman. Dan ketika aku memaksimalkan apa yang aku usahakan, aku merasa mengabaikan yang seharusnya tak diabaikan, mungkin Ia hanya tersenyum mengamatiku, menunggu aku untuk mengadu semua keluhku padaNya, menunggu untuk aku mencurahkan apa yang aku rasa pada Ia, mungkin Ia kangen dengan segala ceritaku, dengan segala apa yang aku alami, tapi sayangnya aku begitu egois, menemui Ia ala kadarnya, itupun ditunda ketika urusan keduniaanku telah selesai, menomor 2 kan Ia, padahal dulu ketika ada maunya, nangis-nangis minta supaya cepat dikabulkan, mengangkat tangan sampai tak terasa pegel untuk mendapat iba dari Ia, tapi sekarang? ketika apa yang diinginkan sudah di-acc olehNya, Ia dikesampingkan. Apakah begitu kodratnya manusia peminta macam kita? ketika ada maunya saja merayu-rayu hingga merasa bahwa manusia macam kita ini adalah satu-satunya manusia yang harus segera di kabulkan permintaannya saat itu juga? Egois ya? Iya gak sih? Aku pribadi sih iya, hingga detik ini saat tulisan ini lagi diketik, aku lagi menertawakan diriku sendiri, dimana ucapan yang dulu dijanjikan bahwa saat Ia sudah mengiyakan apa yang diminta, ibadahnya akan ditingkatkan, hafalannya akan diperbanyak, sunnahnya akan lebih digiatkan? dimana semua ucapan itu? Ah ternyata manusia selain makhluk yang egois, ia juga adalah makhluk yang pandai berwacana. HAHA. mari kita menertawakan diri sendiri, sekencang-kencangnya. Jika pembaca tidak mau menertawakan, biarlah aku tertawa sendiri, karena sejatinya apa yang aku tulis adalah sindiran bagi diriku sendiri. Atau mungkin hanya aku satu-satunya manusia yang paling egois dan pandai berwacana, ah mungkin iyaa. selebihnya, manusia yang lain adalah manusia sebaik-baiknya manusia sesuai dengan tujuan manusia itu diciptakan sebagai khalifah di bumi ini. Mudah-mudahan memang demikian. :)

Dalam menulis tulisan ini, tak sengaja terputar lagu edcoustic-Aku Ingin MencintaiMu. liriknya sesuai dengan tema tulisan pada malam ini. "Aku ingin mencintaiMu, setulusnya, sebenar-benar aku cinta dalam doa, dalam ucapan, dalam setiap langkahku, aku ingin mendekatiMu selamanya, sehina apapun diriku, ku berharap, untuk bertemu dengan Mu Ya Rabbii..." Kebetulan? Iya sangat kebetulan terputar lagu ini, lagu yang entah mengapa malam ini semakin mengena, dalam lirik tersebut hanya diucapkan kata Ingin... yaa sekedar ingin, lagi-lagi aku merasa tersindir, selama ini aku hanya berucap INGIN dekat dengan Ia, tapi realisasinya? jauh dari ekspektasi. Ah Allah. lagi-lagi aku merasa malu sama Engkau. Masih mau kah Engkau kembali bermesraan denganku seperti dulu? Tidakkah Engkau letih menerima kembali hambaMu yang sebentar-sebentar menghilang dan sesaat setelah itu mendekat kembali? Ah pertanyaan bodoh, jawabannya pasti ngga lah, iya kan Rabb? :')

Oiia, hari ini juga adalah hari pertamaku memakai jas almamater punyaku sendiri, gak pinjam lagi punya kaka angkatan untuk foto KTM, ini beneran punyaku sendiri. Dan, finally aku merasa pakai jas ini, setelah penantian panjangku... 


Allah. Terimakasih untuk senantiasa mengabulkan setiap apa yang aku pinta, meskipun tak ada balasan yang selayaknya aku berikan padaMu. Allah. terimakasih untuk selalu mencintaiku, meskipun rasa cintaku ternyata lebih besar pada segala bentuk ciptaanMu. Allah. terimakasih untuk selalu ada ketika aku mencariMu lewat malam-malam yang berdzikir. Allah. Terimakasih hingga detik ini aku masih merasa Engkau masih dan akan selalu mencintaiku, oleh karena itu Engkau takkan mampu membiarkan aku menangis sendirian, berjuang sendirian, dan menanti sendirian. Allah, meskipun masih sebatas wacana untuk mengatakan aku mencintaiMu, tapi terimalah sebuah wacana dari hambaMu yang Tak Tahu Malu ini. Allah. Terimakasih untuk kesempatan hidup yang Engkau berikan. Aku tak sabar menunggu waktu saatku harus bertemu denganMu. Allah. Tegur aku jika aku salah ya? bimbing aku selalu dalam jalanMu. Allah. Aku mencintaiMu.